- Beranda
- RIAUSTORIA
- Karyawan PHR Rekam Kemunculan Harimau di DSF 125 Tonggak 8
Karyawan PHR Rekam Kemunculan Harimau di DSF 125 Tonggak 8
- Selasa, 07 April 2026 - 14:20 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, BENGKALIS - Karyawan yang sedang melintas di areal kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri Field, Kabupaten Bengkalis, dikejutkan dengan kemunculan seekor Harimau Sumatera dan sempat merekamnya menggunakan kamera handphone.
Momen tersebut terjadi di kawasan DSF 125 Tonggak 8. Mendapatkan informasi tersebut manajemen PT PHR langsung melaporkannya kepada pihak Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau.
“Kemunculan harimau dilaporkan pertama kali pada Ahad (5/4/2026), setelah video penampakan beredar di kalangan internal pekerja di PT PHR7,” kata Kepala BBKSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis, Ujang Holisudin, Selasa (7/4/2026).
Usai menerima laporan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung bergerak cepat menindaklanjuti dam menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan mitigasi.
Ujang menyampaikan hasil mitigasi awal, diketahui bahwa harimau yang terekam kamera merupakan Harimau Sumatera berusia dewasa.
“Berdasarkan identifikasi dari video yang beredar, benar bahwa satwa tersebut adalah Harimau Sumatera dengan estimasi usia dewasa,” ujarnya.
Kepada tim BBKSDA Riau, seorang karyawan PT PHR yang mengaku merekam kemunculan harimau tersebut terjadi pada Ahad (5/4/2026) kemarin.
Esoknya, setelah menerima laporan pada Senin (6/4/2026), tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau dan pihak keamanan PT PHR langsung melakukan pengecekan lapangan serta identifikasi lanjutan di sekitar lokasi penampakan.
“Ketika melakukan pengecekan, tim mendengar suara auman harimau di sekitar lokasi awal,” jelas Ujang.
Demi menghindari potensi konflik dan menjaga keselamatan, tim kemudian bergerak menjauh sejauh sekitar 500 meter dari sumber suara.
“Langkah ini diambil sebagai bagian dari prosedur mitigasi terhadap satwa liar yang berpotensi berbahaya,” kata Ujang.
Di lokasi tersebut tim juga melakukan pemantauan udara menggunakan drone untuk mendapatkan gambaran situasi kawasan secara menyeluruh, termasuk pengambilan titik koordinat sebagai dasar penanganan lanjutan.
“Tim juga memasang kamera jebak (camera trap) di sejumlah titik strategis, guna memantau aktivitas harimau dan memastikan keberadaannya secara visual,” kata Ujang.
Tim di lapangan sebut Ujang, juga akan terus berkoordinasi dengan pihak PT PHR serta melakukan penilaian risiko konflik satwa liar sebagai dasar penetapan langkah mitigasi selanjutnya.
“Tim media dari BBKSDA Riau juga diturunkan bergabung dengan tim di lapangan, sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat di lapangan dan disiagakan untuk mendukung keselamatan personel selama proses mitigasi berlangsung,” pungkas Ujang. ***
