- Beranda
- RIAUSTORIA
- Gajah Diego di PLG Minas Mati, Sempat Dirawat Intensif Selama Enam Hari, Ini Dugaannya
Gajah Diego di PLG Minas Mati, Sempat Dirawat Intensif Selama Enam Hari, Ini Dugaannya
- Kamis, 17 September 2026 - 10:44 WIB
- Reporter : Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Gajah Diego di PLG Minas Mati.
KLIKMX.COM, SIAK - Gajah Sumatera jantan bernama Diego yang merupakan gajah binaan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, mati setelah sempat menjalani perawatan intensif selama enam Hari.
Diego yang berusia 17 tahun dinyatakan mati pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Dari hasil nekropsi, dugaan kematiannya karena akibat infeksi saluran pencernaan yang bersifat kronis.
Plh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, mengatakan gangguan kesehatan Diego mulai terlihat sejak 10 September 2026.
Saat itu, kondisi Diego mengalami penurunan. Gajah tersebut mengalami diare dan nafsu makannya berkurang.
Tim medis BBKSDA Riau kemudian melakukan pemeriksaan dan menduga Diego mengalami cacingan setelah menemukan beberapa cacing pada kotorannya. Pengobatan dilakukan dengan memberikan antibiotik, obat antiradang atau antiinflamasi, serta obat cacing.
Setelah beberapa hari menjalani perawatan, kondisi Diego sempat membaik. Nafsu makannya meningkat dan kotorannya mulai kembali berbentuk.
Untuk memastikan kondisi kesehatan Diego, tim medis juga mengirimkan sampel feses ke Laboratorium PPS Yayasan Arsari Djodjohadikusumo di Pekanbaru untuk pemeriksaan.
Namun, kondisi Diego kembali memburuk pada Selasa (15/9/2026). Mahout melaporkan gajah tersebut tidak mau makan sama sekali dan mengalami diare dengan frekuensi sering. Kotoran yang keluar hanya berupa cairan.
"Kondisi fisiknya juga sangat lemah. Aktivitas minumnya sangat minim. Pada pagi hari Diego hanya minum sekitar lima tegukan, siang tiga tegukan saat akan diberikan obat, dan sore satu tegukan ketika dimandikan," kata Ujang.
Melihat kondisi tersebut, tim medis kembali memberikan penanganan. Diego mendapat cairan infus, obat-obatan suportif seperti vitamin, serta obat antiradang dan antiinflamasi.
Tim medis juga kembali mengambil sampel feses untuk pemeriksaan parasit. Pada Rabu (16/9/2026) kemarin, perawatan lanjutan kembali dilakukan.
Tim medis mengambil sampel darah serta memberikan cairan infus dan obat-obatan lainnya. Namun, saat proses penanganan berlangsung, kondisi Diego tiba-tiba menurun. Gajah tersebut terduduk sebelum akhirnya tumbang.
Tidak lama kemudian, tanda-tanda vital Diego menghilang. Tim medis menyatakan gajah jantan tersebut mati sekitar pukul 12.00 WIB.
Nekropsi kemudian dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian. Dari pemeriksaan tersebut, kematian Diego diduga berkaitan dengan infeksi saluran pencernaan yang bersifat kronis.
Tim medis juga mengambil sejumlah sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosis. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, Diego dikuburkan sesuai prosedur yang berlaku.
Diego lahir pada 3 September 2009 dari induk betina Vera dan induk jantan Reno. Sejak lahir, Diego dibesarkan di PLG Minas dan menjadi salah satu gajah binaan yang berperan menyambut pengunjung.
Ujang juga menyampaikan apresiasi kepada dokter hewan, paramedis veteriner, mahout dan petugas lapangan yang telah melakukan perawatan terhadap Diego. ***
