Webinar Merajut Nusantara, Syahrul Aidi Maazat: Pentingnya Kesiapan Insan Pers Hadapi AI

  • Rabu, 16 September 2026 - 18:06 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi I DPR RI, Dr Syahrul Aidi Maazat Lc MA mengatakan pentingnya kesiapan insan pers menghadapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Namun
perubahan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.

Demikian diungkapkan Syahrul Aidi,
saat membuka Webinar Merajut Nusantara, yang digelarnya bekerja sama dengan BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bertemakan ''Jurnalisme di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital dan Regulasi, Rabu (16/9/202) yang dimulai pukul 13.50 WIB hingga pukul 16.30 WIB.

Honda Juni 4

Webinar tersebut membahas perubahan lanskap jurnalistik akibat perkembangan artificial intelligence (AI), sekaligus tantangan yang dihadapi insan pers dalam menjaga kebebasan pers, keamanan digital, etika jurnalistik, dan kepastian regulasi.


Kesempatan itu, Syahrul Abdi menegaskan kepada jurnalis dan praktisi media perlu terus meningkatkan pengetahuan mengenai regulasi yang berkaitan dengan pekerjaan jurnalistik.

Pemahaman tersebut tidak hanya mencakup Undang-Undang Pers, tetapi juga Undang-Undang Penyiaran serta berbagai perkembangan teknologi yang memengaruhi industri media.

“Para jurnalis dan praktisi media perlu terus upgrade pengetahuan terkait regulasi dan undang-undang yang berlaku,” seru Syahrul Abdi.


Menurutnya, perkembangan teknologi membuat lanskap media berubah secara cepat. Kondisi tersebut membuat pemahaman terhadap aturan menjadi semakin penting bagi insan pers.

''Perkembangan AI perlu diantisipasi melalui kesiapan regulasi. Pemanfaatan AI dalam industri media, perlu tetap berada dalam kerangka etika dan kebebasan pers,'' kata Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Riau II itu.

Ia mengatakan teknologi AI memberikan dampak besar pada dunia jurnalistik dan penyiaran. Karena itu, diperlukan kesiapan regulasi agar penggunaan AI dalam industri media tetap berjalan dalam kerangka etika, kebebasan pers, dan penguatan nilai-nilai jurnalistik.

''Kesiapan regulasi saat penting,'' kata Syahrul Abdi lagi.

Dorong Pembahasan RUU AI

Dalam sambutannya, Syahrul Abdi juga memaparkan perkembangan pembahasan regulasi AI di lingkungan DPR RI. Dikatakannya, isu AI telah menjadi perhatian dalam pembahasan global, termasuk dalam forum IPU (Inter-Parliamentary Union).

''Komisi I DPR RI telah mengusulkan dan menyurati pimpinan DPR RI untuk merekomendasikan pembuatan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait AI,'' sebutnya.

Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai batas dan pemanfaatan AI, termasuk ketika teknologi tersebut digunakan dalam industri penyiaran dan media.

Pembentukan regulasi AI menjadi bagian dari kebutuhan untuk merespons perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi berbagai sektor. Dalam konteks jurnalistik, regulasi juga perlu memperhatikan hubungan antara penggunaan AI, etika, kebebasan pers, dan tanggung jawab media.

Syahrul juga membuka ruang bagi insan pers untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Masukan dari jurnalis dan praktisi media dinilai penting dalam proses penyusunan regulasi.

''Pengalaman praktis insan pers dapat memberikan gambaran mengenai kendala dan kebutuhan industri media yang berkembang seiring perubahan teknologi,'' ungkapnya.

DPR RI, katanya, terbuka menerima masukan dan aspirasi dari praktisi jurnalistik. Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan agar regulasi yang disusun dapat menjawab kebutuhan industri pers.

Syahrul menegaskan pentingnya menjaga peran jurnalistik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi Indonesia. Pers dan media massa diharapkan tetap menjalankan fungsi penyampaian informasi secara edukatif, profesional, dan bertanggung jawab.

''Perkembangan teknologi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap prinsip-prinsip dasar jurnalistik,'' pungkasnya.

Dalam webinar tersebut menghadirkan dua narasumber. Pada sesi pertama diisi oleh Ir Woro Indah Widiastuty MT, dan sesi kedua disampaikan oleh Dr Aza El Munadiyan SSI MM AMIPR. ***

 

 

 



Baca Juga

--ads--