Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau, BBKSDA Riau Lakukan Investigasi

  • Jumat, 10 Juli 2026 - 08:53 WIB

KLIKMX.COM, PELALAWAN - Pegawai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan investigasi menyusul serangan Harimau Sumatera yang menewaskan seorang bocah berusia 12 tahun, Jerlin Zalukhu.

Peristiwa tragis yang dialami korban diterkam harimau itu terjadi di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) milik korporasi, di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Honda Juni 4

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diserang saat berada di luar kamar mandi camp pekerja pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan saksi di lokasi menyebutkan korban saat itu sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp. Tiba-tiba korban diseret harimau yang diduga masuk melalui pagar pelindung di bagian belakang camp yang dalam kondisi rusak dan terbuka.

Tak lama setelah diseret, korban ditemukan sekitar 10 meter dari belakang camp pekerja dengan luka serius pada bagian leher kiri dan kanan. ''Korban ditemukan sekitar 10 meter dari belakang camp pekerja dalam kondisi tidak bernyawa," kata Supartono kepada Klikmx.com, Jumat (10/7/2026).

Usai kejadian, tim mitigasi BBKSDA Riau langsung dikerahkan ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan dari pihak perusahaan. Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan petugas menemukan jejak Harimau Sumatera di sekitar camp pekerja. 


Jejak tersebut berukuran sekitar 16 sentimeter dengan lebar 15 sentimeter serta jarak langkah mencapai sekitar 120 sentimeter. "Hingga Jumat petang, tim juga masih menerima laporan kemunculan harimau di sekitar lokasi kejadian," kata Supartono lagi.

Sementara itu, hasil pengukuran menunjukkan lokasi kejadian berada sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud. Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.

Hasil sementara observasi lapangan, pengumpulan data, dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengindikasikan kemunculan harimau di lokasi diduga dipicu oleh keberadaan satwa mangsa yang dipelihara di area camp pekerja.

"Sebagai langkah pencegahan, petugas bersama pihak perusahaan telah mengamankan satwa mangsa tersebut agar tidak lagi menarik kedatangan harimau," terang Supartono.

Selain itu, masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera diimbau meningkatkan kewaspadaan serta tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari.

Secara khusus, pihak perusahaan juga diimbau memastikan sistem pengamanan camp berfungsi dengan baik guna mencegah kejadian serupa terulang.

"Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan penanganan secara terukur bersama seluruh pihak terkait dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi," pungkas Supartono. ***

 



Baca Juga

--ads--