Apel Satgas Anti Narkoba
Emak-emak Teriak di Kantor Gubri: Minta Peredaran Narkoba Dibasmi Sampai ke Akar-akarnya
- Sabtu, 25 April 2026 - 10:23 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Teriakan Santi, seorang emak-emak asal Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), menggema di Lapangan Kantor Gubernur Riau (Gubri), Jalan Sudirman, Pekanbaru,.Sabtu (25/4/2026).
Ia meminta agar peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya diberantas hingga ke akar-akarnya. Permintaan itu ia sampaikan di tengah pelaksanaan Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Provinsi Riau.
Apel yang digelar Pemerintah Provinsi Riau bersama jajaran kepolisian dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Gubri SF Harianto dan didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, serta diikuti unsur TNI-Polri dan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemasangan rompi Satgas dan deklarasi komitmen bersama dalam memerangi narkoba.
“Apel ini sekaligus menjadi penanda kesiapan resmi Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika secara terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum,” kata SF Haryanto.
Tampak pada apel ini pihak Badan Narkotika Nasional, organisasi masyarakat, pelajar, pelaku usaha, hingga komunitas pengemudi ojek online.
Plt Gubernur Riau SF Harianto menegaskan bahwa kejahatan narkotika di wilayahnya telah masuk kategori serius karena melibatkan jaringan lintas negara. Maka, untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda diperlukan langkah konkret dan kolaboratif bersama-sama.
“Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dan menyelamatkan masyarakat Riau,” ujar SF Harianto.
Di tengah rangkaian acara, Santi warga asal Panipahan, yang didapuk sebagai Duta Anti Narkoba dengan suara bergetar dan tegas, ia menyampaikan keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di daerahnya.
“Kami tidak mau ada lagi peredaran narkoba, terutama di kampung kami. Kami minta dibasmi sampai ke akar-akarnya,” ucapnya.
Santi mengungkapkan kehadirannya di Pekanbaru bersama beberapa warga lainnya merupakan bentuk keberanian mereka untuk menyuarakan kondisi yang mereka hadapi.
“Respons cepat aparat yang langsung turun ke Panipahan, telah memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat,” ungkap Santi.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, juga mengungkapkan dukungannya terhadap pemberantasan narkoba dan menyebut momentum apel ini sebagai pengingat bagi seluruh pihak untuk bersama-sama melawan narkoba.
“Say no to drugs, say yes to drag,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen.
Satgas ini, kata dia, akan membentuk posko terpadu guna mengoordinasikan langkah edukasi, pencegahan, hingga penindakan hukum.
“Ini adalah orkestrasi bersama. Kita libatkan dunia pendidikan, komunitas masyarakat, pelaku usaha, hingga seluruh elemen untuk bergerak serentak,” jelasnya.
Upaya lain yang dilakukan adalah mempersiapkan sejumlah program strategis, di antaranya pembentukan Kampung Bersih Narkoba (Bersinar), penguatan edukasi di sekolah, serta pelibatan masyarakat sebagai duta anti narkoba.
“Maraknya kasus narkoba di wilayah pesisir sebagai peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya penindakan,” tegas Kapolda mengakhiri. ***
