13 Jam Menahan Sakit, Pasien Batu Ginjal Melemah di Tol Dievakuasi Polda Riau Menuju RS
- Rabu, 25 Februari 2026 - 15:30 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Mobil pikap yang melaju pelan di ruas Tol Pekanbaru–Dumai memancing kecurigaan petugas Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau yang tengah memantau arus lalu lintas, Selasa (24/2/2026) dini hari.
Begitu dihentikan dan diperiksa, sopir bernama Junaidi Silalahi mengaku sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Eria Bunda Pekanbaru untuk menjalani operasi akibat penyakit batu ginjal yang dideritanya.
Saat dicek, mobil tersebut tidak dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), awalnya petugas adanya pelanggaran administratif.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Di tengah suasana sepi Tol Pekanbaru–Dumai, petugas patroli rutin mendapati kendaraan melaju perlahan dan terlihat tidak wajar.
Setelah dihentikan, petugas mendapati Junaidi dalam kondisi tubuh melemah dan menahan nyeri hebat. Kepada petugas, Junaidi mengaku telah menempuh perjalanan sekitar 13 jam, demi mencapai rumah sakit di Pekanbaru untuk menjalani tindakan operasi.
Junaidi mengaku terpaksa menahan rasa sakit yang tak tertahankan sambil tetap berkendara, meski kondisinya jauh dari ideal untuk mengemudi jarak jauh.
Melihat situasi tersebut, personel Ditlantas Polda Riau mengambil langkah cepat. Demi keselamatan dan mempercepat penanganan medis, Junaidi dipindahkan ke mobil patroli Patroli Jalan Raya (PJR) untuk kemudian dievakuasi langsung menuju rumah sakit.
Pengawalan dilakukan oleh Ipda Indra Gunawan bersama Aiptu Jansen Sihombing, Aipda Ismet, dan Aipda Robi Hertanto. Sirene patroli yang biasanya identik dengan penindakan hukum, malam itu justru mengiringi misi kemanusiaan.
Setibanya di RS Eria Bunda Pekanbaru, petugas langsung mengantarkan Junaidi hingga ke ruang perawatan untuk persiapan operasi.
Aipda Ismet mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi sakit berat.
“Jika mengalami sakit serius, segera koordinasikan dengan tenaga kesehatan atau perangkat desa agar dapat dirujuk menggunakan ambulans. Berkendara dalam kondisi sakit sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Dengan suara bergetar, Junaidi menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.
“Saya sudah 13 jam menahan sakit. Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah membantu dan mengantar saya sampai rumah sakit untuk operasi. Saya tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak dibantu,” ucapnya penuh haru. ***
