- Beranda
- Pendidikan
- Orang Tua Cerdas Digital, Anak Tumbuh Optimal
Orang Tua Cerdas Digital, Anak Tumbuh Optimal
- Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
Tim PKM yang diketuai oleh Bd Fatma Nadia SST MKes, dengan anggota Rika Mianna MKes dan Ns Rahmaniza SKep MKep, serta melibatkan dua orang mahasiswa sebagai bagian dari tim pelaksana kegiatan dari kampus Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah memberikan edukasi kepada masyarakat di Sei Kelulut, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Perkembangan teknologi digital membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar dan bermain anak.
Namun, penggunaan gawai yang tidak terkontrol juga dapat menjadi tantangan bagi orang tua, khususnya dalam menjaga keseimbangan aktivitas digital dengan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini.
Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan program “Orang Tua Cerdas Digital: Program Edukasi Pengendalian Screen Time untuk Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Dini”, di Sei Kelulut, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Senin (24/8/2026) lalu.
Kegiatan ini diketuai oleh Bd Fatma Nadia SST MKes, dengan anggota Rika Mianna MKes dan Ns Rahmaniza SKep MKep, serta melibatkan dua orang mahasiswa sebagai bagian dari tim pelaksana kegiatan dari kampus Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA).
Mendorong Orang Tua Menjadi Pendamping Digital Anak
Program PKM ini hadir sebagai upaya meningkatkan pengetahuan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Edukasi yang diberikan tidak hanya menekankan pada pembatasan durasi penggunaan gawai atau screen time, tetapi juga mengajak orang tua memahami pentingnya kualitas penggunaan media digital dan pendampingan selama anak menggunakan perangkat elektronik.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua mendapatkan edukasi mengenai pengertian dan pengelolaan screen time, dampak penggunaan gawai yang berlebihan, waktu penggunaan screentime pada balita, pentingnya aktivitas bermain dan interaksi langsung, serta strategi praktis membangun kebiasaan digital yang sehat di lingkungan keluarga.
Tim PKM juga menekankan bahwa penggunaan teknologi tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Dengan pendampingan dan aturan yang tepat, teknologi dapat menjadi salah satu media yang mendukung proses belajar anak.
Sebaliknya, penggunaan yang tidak terarah berpotensi mengurangi kesempatan anak untuk melakukan aktivitas fisik, bermain, berkomunikasi, dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan.
“Orang tua tidak harus menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua mampu menjadi pendamping digital yang aktif, menetapkan batasan yang sesuai, dan memastikan anak tetap memiliki waktu yang cukup untuk bermain, bergerak, belajar, serta berinteraksi secara langsung dengan keluarga dan lingkungannya,” ujar Bd Fatma Nadia SST MKes, selaku Ketua Tim PKM.
Diskusi Interaktif dan Berbagi Pengalaman
Kegiatan Berlangsung Secara interaktif
Para orang tua tidak hanya menerima materi edukasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka dalam menghadapi kebiasaan penggunaan gawai pada anak. Berbagai persoalan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari turut dibahas, seperti anak yang sulit berhenti menggunakan gawai, meminta gawai ketika merasa bosan, penggunaan gawai sebagai alat untuk menenangkan anak, hingga tantangan orang tua dalam menerapkan aturan penggunaan gawai secara konsisten.
Melalui diskusi tersebut, peserta diajak untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga. Pendekatan yang diberikan diarahkan pada pengasuhan yang positif, konsisten, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak.
Screen Time Bukan Sekadar Soal Durasi
Salah satu pesan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa pengendalian screen time bukan hanya persoalan menghitung berapa lama anak menggunakan gawai. Orang tua juga perlu memperhatikan jenis konten yang dikonsumsi anak, tujuan penggunaan, waktu penggunaan, serta aktivitas anak sebelum dan sesudah menggunakan gawai.
Anak usia dini tetap membutuhkan kesempatan yang luas untuk mengeksplorasi lingkungan melalui permainan, aktivitas fisik, komunikasi, kreativitas, dan interaksi sosial. Oleh karena itu, keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas nyata menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Lalu, program orang tua cerdas digital diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pengasuhan di era digital sekaligus membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang lebih sehat di rumah.
Dari Edukasi Menuju Perubahan Perilaku
Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari meningkatnya pengetahuan orang tua, tetapi juga dari kemampuan keluarga menerapkan kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan mampu membuat aturan penggunaan gawai yang realistis, memberikan alternatif aktivitas yang menarik bagi anak, menyediakan waktu interaksi tanpa gawai, serta memberikan contoh penggunaan teknologi yang sehat di lingkungan keluarga.
Keterlibatan dua mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, sekaligus memahami berbagai tantangan kesehatan dan perkembangan anak yang dihadapi keluarga.
Kegiatan PKM ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan kualitas kehidupan masyarakat. Melalui program ini, tim berharap semakin banyak orang tua yang memahami bahwa menjadi orang tua di era digital bukan berarti melarang teknologi, tetapi membangun kemampuan untuk mendampingi anak menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijak, dan sesuai dengan tahap perkembangannya.
“Orang tua cerdas digital, anak tumbuh optimal,'' pungkas Fatma Nadia SST MKes. ***
