Rehabilitasi Jalan Pemda Habiskan Anggaran Rp9,45 M, Drainase Tersumbat Dibiarkan

  • Rabu, 23 September 2026 - 17:56 WIB

KLIKMX.COM, PANGKALANKERINCI - Rehabilitasi Jalan Pemda di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, yang menelan anggaran sebesar Rp9,45 miliar kembali menjadi perhatian.

Pasalnya, persoalan drainase di kawasan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah, sementara saluran air yang tersumbat berpotensi memicu genangan ketika hujan turun akan banjir, bau tak sedap dan sumber penyakit.

Honda Juni 4

Proyek pembangunan Jalan Pemda yang bersumber dari APBD Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2026 itu memiliki nilai kontrak Rp9.456.530.789 dan dikerjakan oleh PT Tripa Abadi.


Sedangkan drainase atau got di kanan-kiri jalan tidak tersentuh perbaikan. Walau kondisi buruk dan tersumbat, hingga air tidak dapat mengalir dengan baik. 

Ironisnya, saat hujan turun air dari drainase meluap ke jalan dan menimbulkan banjir. Sedangkan kini perbaikan hanya dipusatkan terhadap jalan yang sebelumnya sudah diaspal kembali ditimbun.

Sebelumnya, proses pekerjaan juga mendapat keluhan warga akibat debu dari material timbunan yang beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat serta pelaku UMKM di sekitar lokasi.


Kini, sorotan bergeser pada persoalan drainase. Warga mempertanyakan efektivitas rehabilitasi jalan apabila persoalan saluran pembuangan air tidak ditangani secara menyeluruh.

Apalagi, persoalan drainase di Jalan Pemda bukan hal baru. Pemerintah Kabupaten Pelalawan sebelumnya telah melakukan pembersihan saluran drainase yang tersumbat lumpur dan sampah karena kondisi tersebut menyebabkan genangan di ruas Jalan Pemda.

Apalagi sebelumnya, Bupati Pelalawan H Zukri SM MM juga telah meninjau kondisi drainase di sejumlah titik Pangkalan Kerinci, termasuk Jalan Pemda. Dari peninjauan tersebut ditemukan sejumlah persoalan, antara lain drainase yang mengalami pendangkalan serta saluran air yang tersumbat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perbaikan badan jalan idealnya juga dibarengi dengan sistem drainase yang mampu mengalirkan air dengan baik. Jika saluran tetap tersumbat, air yang menggenang dapat kembali mengganggu pengguna jalan dan berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur yang baru diperbaiki.

Sejumlah pihak meminta pekerjaan rehabilitasi Jalan Pemda tidak hanya berorientasi pada perbaikan badan jalan, tetapi juga memperhatikan persoalan drainase secara menyeluruh.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Pelalawan sendiri telah menyusun langkah penanganan persoalan banjir dan drainase di Pangkalan Kerinci dan telah membentuk Satgas Banjir, dan turun  melakukan pemantauan sejumlah lokasi rawan genangan, termasuk Jalan Pemda, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.

Tapi sayang, saat rehabilitasi Jalan Pemda, tidak disertai penataan drainase yang telah berulang kali di tinjau dan dilakukan pembersihan. Karena tersumbat dan menimbulkan genangan air. 

Oleh karena itu, masyarakat berharap proyek bernilai miliaran rupiah tersebut tidak hanya menghasilkan jalan yang lebih baik, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan air dan drainase di sekitarnya.

Jalan diperbaiki, drainase jangan dilupakan. Sebab, kualitas sebuah infrastruktur bukan hanya terlihat dari mulusnya permukaan jalan, tetapi juga dari kemampuannya menghadapi persoalan lingkungan dan genangan air dalam jangka panjang.

“Jangan sampai jalan sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah, tetapi persoalan air masih dibiarkan. Kalau drainase tersumbat, ketika hujan turun jalan kembali tergenang,” demikian kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat.

Pantauan media di lapangan dari simpang Jalan Akasia- Pemda ada drainase kanan-kiri, tapi air tidak mengalir yang dipenuhi sampah dan mengeluarkan bau tidak sedap. Setelah bangunan drainase hanya separuh dan terputus ditengah jalan.

"Harusnya drainase juga diperbaiki juga. Lihat saja kondisinya, kalau hujan air tergenang dan banjir. Kalau dibiarkan nanti jalan baru diperbaiki rusak lagi, akibat dari genangan air drainase yang meluap," ujar Rahmat salah satu warga Pangkalan Kerinci.

Namun warga tetap mendukung pembangunan yang telah berjalan, tapi harus ada perencanaan yang matang. Setelah menyedot uang pajak rakyat sebesar RpRp9,45 m lebih tersebut.

“Kita tentu ingin pembangunan yang menggunakan uang rakyat memberikan manfaat. Jangan hanya memperbaiki jalannya, tetapi drainasenya juga harus diperhatikan dan dibangun secara merata,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan Irham Nisbar ST MT, tidak menampik hanya rehabilitasi jalan, tanpa ada perbaikan drainase di Jalan Pemda tersebut.

"Rencana pembangunan drainase akan dilaksanakam di APBD-P 2026. Mudah-mudahanan sesuai waktu pengesahannya dan dapat dapat kerjakan," pungkas Kadis PUPR Pelalawan. ***



Baca Juga

--ads--