Imbas Debu Akibat Penimbunan Jalan Pemda, UMKM Makanan dan Minuman Merugi
- Jumat, 04 September 2026 - 00:15 WIB
- Reporter : Mohammad Said
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, PANGKALANKERINCI - Imbas dari aktivitas penimbunan dan pengerjaan Jalan Pemda, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, menimbulkan keluhan bagi warga dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di sekitar lokasi.
Kondisi debu tebal yang beterbangan akibat aktivitas penimbunan jalan dinilai telah mengganggu kenyamanan masyarakat. Bahkan, warga yang tinggal dan beraktivitas dari simpang Jalan Akasia- Pemda, hingga Gang Pesona mengaku harus menghadapi debu setiap hari.
Tak hanya mengganggu warga, kondisi tersebut juga berdampak terhadap usaha masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berjualan makanan dan minuman serta usaha lainnya menjadi merugi.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat kondisi lingkungan yang dipenuhi debu. Para pembeli disebut mulai enggan berhenti dan menikmati makanan maupun minuman di lokasi usaha karena khawatir debu beterbangan dan mengganggu kebersihan makanan.
“Kalau debu terus seperti ini, pelanggan tentu berpikir dua kali untuk makan dan minum di tempat kami. Makanan harus selalu ditutup, tempat usaha juga harus dibersihkan berulang kali,” ucap salah seorang pelaku UMKM yang ditemui Klikmx.com, Kamis (3/9/2026) kemarin.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha mengalami kerugian. Selain jumlah pelanggan yang berkurang, biaya operasional juga meningkat karena mereka harus lebih sering membersihkan tempat usaha dan menjaga makanan serta minuman agar tetap higienis.
Warga berharap pihak kontaraktor pelaksana pekerjaan dan Dinas PUPR Pelalawan dapat memberikan perhatian serius terhadap dampak debu yang ditimbulkan dari aktivitas penimbunan Jalan Pemda.
Masyarakat meminta agar dilakukan penyiraman secara rutin pada material pasir dan batu, untuk pengerasan jalan Pemda yang telah dilakukan sejak, Selasa (1/9/2026) lalu, sehingga debu tidak terus beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.
Selain itu, warga juga berharap pengerjaan jalan tetap memperhatikan kondisi masyarakat dan pelaku UMKM yang mencari nafkah di sekitar lokasi.
Pembangunan dan perbaikan infrastruktur memang sangat dibutuhkan. Namun, warga berharap pembangunan tersebut tidak menimbulkan dampak berkepanjangan yang merugikan masyarakat.
“Jalan bagus tentu kami dukung, tetapi selama pengerjaan berlangsung, tolong juga perhatikan kami. Jangan sampai warga harus terus menghirup debu dan pelaku UMKM kehilangan penghasilan,” ungkap warga.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk mengurangi dampak debu, serta memberikan kenyamanan bagi warga dan para pelaku UMKM dan usaha lainnya di sepanjang Jalan Pemda.
Sementara pantauan sepanjang Jalan Pemda, terkait penimbunan jalan tidak ditemukan plang proyek yang terkesan sengaja disembunyikan berapa nilai anggaran dan perusahaan mana yang melaksanakan.
Menurut sumber, bahwa nama kegiatan proyek rehabilitasi jalan dengan nilai kontrak Rp9,4 miliar yang bersumber dari APBD Pelalawan 2026, dikerjakan PT Trifa Abadi, dengan masa pelaksanaan selama 135 hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, Irham Nisbar ST MT, ketika dikonfirmasi Klikmx.com via ponselnya mengaku ada plang proyek terkait penimbunan Jalan Pemda tersebut.
"Ada papan proyeknya, di ujung jalan. Kalau mengatasi debu, sudah diminta kepada rekan kontaktor untuk melakukan penyiraman mengatasi debu," kata Kadis PUPR Pelalawan.
Sedangkan mengatasi kemacetan dan kecelakaan, pihaknya telah memasang rambu-rambu di lokasi pengerjaan. Setelah pengendara setiap hari ramai melintas di lokasi tersebut. ***
