Kembali Menjamur, Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warem di Air Hitam
- Kamis, 23 Juli 2026 - 14:51 WIB
- Reporter : Ridho Fernandes
- Redaktur : Raja Mirza
Kepala Satpol PP Pekanbaru Desheriyanto
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Warung remang-remang (Warem) di sekitar Jalan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki kembali menjamur. Tempat yang diduga dijadikan lokasi penjualan minuman keras dan tempat karaoke itu mulai meresahkan masyarakat.
Dentuman musik keras ditambah lampu kelap-kelip menghiasi bangunan kayu yang berada di sudut kota itu. Aktivitas di lokasi itu mulai sore hingga dinihari.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan penertiban terhadap lokasi tersebut. Apalagi sudah ada perintah langsung dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho terkait penertiban aktivitas di sana.
"Dalam waktu dekat kita akan laksanakan penertiban dan monitoring. Razia dan patroli di titik-titik yang sudah ditetapkan," kata Desheriyanto, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, penertiban tersebut sudah menjadi atensi dan perintah langsung Wali Kota Pekanbaru. Pihaknya juga memetakan keberadaan warung remang-remang atau tenda biru ini.
Keberadaan warung remang-remang ini tidak hanya di sepanjang Jalan Air Hitam saja. Namun masih ada di beberapa lokasi lainnya yang menjadi target penertiban.
"Tidak titik di situ saja yang kita jangkau. Ada titik lainnya, seperti di Jalan SM Amin, dan Arengka," jelas Kasatpol PP.
Sebelumnya Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho tidak menampik warung remang-remang kembali muncul di sekitar Kawasan Air Hitam. Ia menegaskan Satpol PP Kota Pekanbaru segera menggelar penertiban di kawasan itu.
"Kami sudah menerima laporan tersebut, ada yang baru lagi muncul, itu sudah jadi perhatian untuk ditertibkan," tegasnya Sabtu (18/7/2026).
Dirinya mengaku tidak tinggal diam dengan keberadaan warung remang-remang yang berpotensi menjadi tempat prostitusi. Ia menegaskan tidak ada tempat untuk lokasi prostitusi di Kota Pekanbaru ini.
"Kami tegaskan tidak ada tempat untuk tempat perzinahan di Kota Pekanbaru, ini komitmen kami," ulasnya.
Agung juga tidak mentolerir keberadaan komunitas LGBT di Kota Pekanbaru. Ia menegaskan bahwa prilaku LGBT berpotensi adanya penularan HIV.***
