Innalillahi, Wartawan Senior Chaidir Anwar Tanjung Berpulang


KLIKMX.COM, PEKANBARU--Innalillahi wainnailaihi roji'un. Berita duka kembali menyelimuti kalangan jurnalis. Salah seorang wartawan senior Riau, Chaidir Anwar Tanjung berpulang menghadap sang pencipta, Kamis (19/11/2020) malam. 

Bang Chaidir, begitu ia karib disapa, merupakan salah satu wartawan media nasional Detik.com.

Ia menutup usia di umur 47 tahun. Salah satu wartawan yang terkenal aktif ini menghembuskan nafas terakhir Kamis (19/11/2020) malam sekitar pukul 23.00 WIB, setelah mendapatkan penanganan medis. 

"Almarhum mengeluhkan sakit di dada. Pada jantungnya," kata Nanda, adik almarhum, Jumat (20/11/2020). 

Nanda menyebut, tidak ada gejala atau tanda-tanda almarhum akan pergi selama-lamanya. Pada, Kamis (19/11/2020) siang, almarhum masih menjalani rutinitas seperti biasanya menjalankan kegiatan jurnalistik. 

"Kamis semalam masih baik-baik saja, gak ada keluhan. Kebetulan almarhum lagi puasa, abis buka puasa almarhum mengeluhkan sakit di dada," terangnya. 

Merasa khawatir akan rasa sakit yang ia alami, keluarga membawa almarhum sekitar pukul 19.00 WIB ke Rumah Sakit Eka Hospital. 

Selang beberapa jam menjalani perawatan, Tuhan berkehendak lain. Pria asal Pulau Raja, Asahan, Sumatra Utara ini pergi untuk selama-lamanya. 

Chaidir meninggalkan dua orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dan seorang istri. 

Rumah duka yang berada di Perumahan Griya Cemara asri, Blok A Nomor 5, Jalan Purwodadi, Kecamatan Tampan mulai ramai dikunjungi pelayat sejak, Jumat (20/11/2020) pagi. 

Sanak saudara dan kaum kerabat mulai berdatangan satu persatu ke rumah duka. Karangan bunga ucapan duka cita tampak berjejer di sepanjang jalan menuju rumah duka. 

Tenda berukuran sekitar 4x6 meter dengan jejeran kursi juga tampak disiapkan, dan mulai dipenuhi para pelayat yang datang.

Puluhan rekan jurnalis pun tampak hadir di rumah duka. Tak hanya itu, sejumlah pejabat pemerintah yakni, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahadi dan Kepala BPBD Riau Edward Sanger. 

Isak tangis kaum kerabat almarhum tampak menghiasi ruangan rumah duka. Deraian air mata tampak membasahi pipi istri dan anak yang berada di samping jasad almarhum. 

"Almarhum sosok yang baik dan aktif," kata Rizal (46) salah seorang tetangga tempat tinggal almarhum. 

Ia menyebut, dalam lingkungan almarhum selalu aktif dan murah membaur dengan warga. Ia juga dikenal ramah dan memiliki karakter yang mandiri. 

Ia mengungkapkan, bahwa almarhum tidak pernah mengeluh sakit. Sepengetahuan nya almarhum hanya memiliki riwayat hipertensi. 

"Seminggu yang lalu memang tinggi tensinya sampai 180. Memang pernah berobat ke dokter, abis itu pulang. Tapi yang jantung ini kami tak tau, almarhum juga tidak pernah mengeluh untuk itu," ungkapnya. 

Ia yang juga merupakan teman akrab almarhum mengungkapkan, bahwa sebelum menghembuskan nafas terakhir, almarhum akan dilakukan pemasangan ring jantung. 

"Mau di pasang ring jantung, tapi beliau sudah dulu," ujarnya. 

Almarhum Chaidir dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Kertama, Kecamatan Marpoyan Damai, usai salat Jumat. 

Almarhum diketahui juga cukup apik dalam karir jurnalistik nya. Ia yang sudah terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1997, juga sudah menerbitkan buku hasil karya nya. Lewat buku yang berjudul "Bonita Hikayat Sang Raja" Ia ukir karya sastra nya di tempat itu. *** 

MX - Kajari
Jual-Rumah

Baca Juga