Reses di Marpoyan Damai, Nurul Ikhsan Dorong Revitalisasi Penangan Banjir yang Optimal
- Kamis, 16 Juli 2026 - 00:02 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
Anggota DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan, saat melaksanakan reses di Jalan Handayani II, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru, Nurul Ikhsan kembali melaksanakan reses di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Pada Rabu (15/7/2026) kemarin, Nurul Ikhsan menjemput aspirasi masyarakat daerah pemilihannya terhadap warga di RW 6,7, 8 dan 11. Dengan dua kawasan kelurahan, yakni Kelurahan Perhentian Marpoyan dan Kelurahan Sidomulyo Timur.
Seperti yang digelar di Jalan Handayani II, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai. Sebanyak 250 warga menyambut kedatangan Nurul Ikhsan dengan penuh hangat dan rasa persaudaraan.
Di momen berharga tersebut, beberapa perwakilan warga menyampaikan aspirasinya. Pada umumnya, warga meminta agar bagaimana di wilayah tempat tinggalnya tidak lagi dilandai banjir.
Anggota DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan, mengatakan aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat ditampung dan akan diperjuangkan. ''Alhamdulillah hari ini kita reses di beberapa RW yakni 6, 7, 8 dan 11. Secara umum dan urgensi, persoalan pada hari ini masyarakat menyampaikan kepada kita tentang permasalahan banjir, yang tidak ada realisasi penanganan secara tuntas,'' kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru kepada wartawan usai melaksanakan reses di daerah tersebut, Rabu (15/7/2026) petang kemarin.
Nurul menjelaskan banjir yang terjadi, yakni air yang dari pasar Pagi Arengka, masuk ke Jalan Soekarno-Hatta, Sungai Kelulut hingga ke Eco Green Jalan Soekarno-Hatta. Imbasnya, air yang tidak tertampung di drainase di lingkungan perumahan warga hingga menyebabkan banjir di ruas jalan rumah warga tersebut.
''Dulunya parit ini panjang 3 meter, sekarang terjadi penyempitan. Ada yang jadi satu meter, juga ada yang dibuat 80 sentimeter menjadi seperti parit biasa.
Ini yang perlu kita cari jalan keluar. Dulunya ini anak sungai, kini sekarang menjadi parit, seharusnya di sini tetap menjadi anak sungai,'' kata Nurul Ikhsan lagi.
Karena anak sungai ini aliran dari anak Sungai Kampar, lanjutnya, maka perlu peran dari provinsi. Melalui Pemerintah Provinsi Riau, hal ini dibahas secara bersama antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Pemerintah Kabupaten Kampar.
''Kita harus tuntaskan dari hulu ke hilir, itu intinya. Kami berupaya mendorong revitalisasi penangan banjir yang optimal dengan berkoordinasi rekan-rekan DPRD Riau dan juga tingkat pusat, sehingga anggaran dapat dimaksimalkan untuk difokuskan permasalahan banjir,'' pungkas. ***
