Polisi Dinilai Lamban Tangani Kasus Pencurian di Baserah Rugikan Hampir Setengah Miliar Rupiah

  • Jumat, 04 September 2026 - 19:52 WIB

KLIKMX.COM, TELUKKUANTAN - Kasus pencurian di Desa Rawan Ogouan, Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pada 22 Agustus 2026 bulan lalu, saat helat festival Pacu Jalur Tepian Narosa, hingga kini masih menjadi tanda tanya. Sejumlah warga menyoroti kinerja pihak kepolisian yang dinilai lamban.

Ijal, warga setempat kepada Pekanbaru MX pada Jumat (4/9/2026) menyebut, korban yang mengalami pencurian itu adalah tokoh masyarakat setempat, yakni Alius selaku Ketua BPD Desa Rawang Oguang tersebut. Hingga kini, belum ada tanda-tanda pelaku pencurian tersebut ditemukan pihak polisi. 

Honda Juni 4

Padahal, menurut Ijal, pihak polisi sudah datang ke lokasi tempat perkara (TKP) bahkan dari pihak dari Polres Kuansing pun sudah datang dan mengecek lokasi rumah tersebut. Pihak korban sudah melapor ke kantor polisi terdekat dan punya bukti dari rekaman CCTV.


"Belum ada nampak penindakan dari pihak Polisi, padahal yang kemalingan itu, tokoh masyarakat kami di Desa ini. Dan kerugiannya bukannya sedikit hampir setengah miliar rupiah,'' ujar Ijal.

Untuk itu ia berharap, pihak polisi bisa untuk serius dalam menangani kasus pencurian tersebut, karena dikhawatirkan jika pelaku masih bebas berkeliaran, akan ada korban pencurian baru di daerah ini dan daerah lainnya di Kuantan Hilir Seberang ini.

"Ya kita minta polisi bisa lebih serius dalam menangani kasus pencurian besar ini. Warga masih was-was karena pelaku pencuriannya masih bebas berkeliaran, kami khawatir juga dibuatnya," pungkas Ijal.


Untuk diketahui, kasus pencurian yang terjadi di rumah Alius Ketua BPD Rawang Oguang itu, terjadi saat korban sedang menonton dan berpartisipasi untuk jalur desanya di helat Pacu Jalur di Tepian Narosa Teluk Kuantan pada 22 Agustus lalu. 

Namun begitu pulang, rumah yang juga menjadi tempat usahanya itu sudah berantakan dibongkar maling dan setelah dicek, korban mengalami kehilangan uang sebesar Rp 400 juta, emas 20 mayam dan satu unit tablet merek Infinix.

Korban pun sudah melapor ke kantor polisi terdekat. Dan kasus ini sempat viral karena sempat muncul di berbagai media sosial. CVTV rumah merekam pelaku menggunakan masker dan diperkirakan pelaku lebih dari satu orang.(***) 



Baca Juga

--ads--