Anak-Anak, Lansia dan Ibu Hamil Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah
- Selasa, 17 Februari 2026 - 09:08 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mengeluarkan imbauan paska diumumkannya status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), agar kelompok rentan dapat membatasi aktivitas di luar ruangan agar tidak terpapar asap secara langsung.
Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli, mengatakan kelompok rentan tersebut adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan paru-paru kronis.
“Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, pentingnya penggunaan masker berstandar medis atau tipe N95,” kata Zulkifli, Selasa (17/2/2026).
Selain itu, untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan, masyarakat juga disarankan untuk menutup rapat pintu dan jendela hunian serta mengurangi ventilasi terbuka saat kabut asap mulai menyelimuti pemukiman.
Masyarakat juga diminta mewaspadai gelaja klinis seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan sakit, hingga rasa pusing dan mual akibat paparan polutan. Kemudian, dapat memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala di atas.
Dalam kesempatan ini, Zulkifli juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mencegah kebakaran lahan dan tetap disiplin menjaga kesehatan diri di tengah status siaga darurat ini.
“Sebagai langkah preventif di sektor pendidikan dan perkantoran, instansi terkait diminta menyesuaikan seluruh kegiatan luar ruangan dengan kondisi kualitas udara terkini,” imbuh Zulkifli.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di atas, Zulkifli juga bergerak cepat melakukan berbagai langkah antisipasi dengan fokus utama memastikan seluruh infrastruktur kesehatan siap merespons potensi gangguan kesehatan akibat polusi asap yang muncul dari titik-titik api.
Pihaknya, lanjut Zulkifli akan segera menyurati Dinas Kesehatan di seluruh kabupaten dan kota untuk mengonsolidasikan kekuatan. Melalui instruksi untuk memastikan tim krisis di daerah dapat segera bergerak serta mengaktifkan Emergency Medical Team (EMT), guna penanganan darurat di lapangan.
Menurutnya, tim Krisis Provinsi ini akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah yang mulai terdampak kebakaran. Untuk menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan pendukung medis lainnya tetap terjaga dan dapat didistribusikan dengan cepat jika kondisi memburuk.
"Karena status darurat karhutla sudah ditetapkan, kami ingin memastikan ketersediaan APD, masker, hingga oksigen konsentrat di seluruh daerah mencukupi. Jangan sampai ada daerah terdampak yang kekurangan stok saat terjadi penurunan kualitas udara," pungkas Zulkifli. ***
