10 Daerah di Riau Sudah Mengalami Karhutla, Total 59,38 Hektare

  • Kamis, 29 Januari 2026 - 10:17 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Jelang akhir bulan Januari 2026, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda Provinsi Riau. Perkembangan terbaru, tercatat sebanyak 10 daerah di Riau terpantau telah mengalami karhutla dengan berbagai tingkat luasan dan penanganan di lapangan.

Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M Edy Afrizal, mengatakan berdasarkan laporan harian hotspot dan luas lahan terbakar per Rabu (28/1/2026), secara akumulatif total luas lahan yang terdampak karhutla di Riau mencapai estimasi luas lahan terbakar sebesar 68,97 hektare. 

Honda Februari 2026

Pihaknya mencatat terdapat sebanyak 245 hotspot dan 41 titik api (fire spot) di seluruh wilayah Provinsi Riau. “Hingga saat ini sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan atau mengalami terjadinya karhutla. Total luasan karhutla 59,38 hektare,” kata Edy, saat dihubungi awak media, Kamis (29/1/2026).


Adapun daerah yang telah terpantau mengalami karhutla meliputi Bengkalis, Indragiri Hilir, Pekanbaru, Dumai, Pelalawan, Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, serta sejumlah wilayah lain yang masih dalam proses pendataan luasan terdampaknya. 

Dalam laporan hari Rabu (28/1/2026), tercatat penambahan 45 hotspot baru, tersebar di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hilir. 

“Dari jumlah tersebut, estimasi luas lahan terbakar mencapai 9,59 hektare, dengan Indragiri Hilir dan Dumai menjadi wilayah dengan penambahan luasan terbakar paling signifikan,” ulas M Edy Afrizal.


Edy menjelaskan, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya penanggulangan di lapangan, mulai dari pemadaman hingga pendinginan. 

Tercatat sebanyak 13 titik asap telah dilakukan pendinginan dan satu titik api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan terdiri dari unsur BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, TNI-Polri, BBKSDA, aparat kecamatan dan kelurahan, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, serta masyarakat setempat.

“Hingga saat ini, laporan dari masing-masing daerah menyebutkan karhutla di wilayahnya sudah bisa ditangani. Ada yang sudah padam total dan ada juga yang masih dalam proses pendinginan,” ujarnya.

Meski Riau belum menetapkan status siaga darurat karhutla, Edy menegaskan koordinasi lintas daerah tetap dilakukan agar penanganan berjalan efektif. “Karena belum ada status siaga darurat, penanganan masih dilakukan oleh masing-masing daerah. Namun koordinasi tetap berjalan,” katanya.

Sebagai informasi, secara keseluruhan di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 1.663 hotspot hingga Rabu (28/1/2026). Kondisi tersebut menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara berkelanjutan.

Menyikapi karhutla mulai terjadi di beberapa daerah di Provinsi Riau, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkopimda Riau untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan.

“Untuk antisipasi karhutla kami sudah membahas bersama dengan Forkopimda Riau. Upaya-upaya pencegahan karhutla juga langsung dilakukan bersama,” kata Hariyanto.

Kepada masyarakat, pihaknya juga mengimbau untuk dapat menjaga lingkungan bersama-sama. Caranya, yakni dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya menyerukan. ***



Baca Juga