Baharkam Polri Kerahkan Polsatwa, dan Tim SAR ke Lokasi Karhutla
- Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:59 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri mengerahkan Polisi Satwa (Polsatwa) Korsabhara, dan tim Search and Rescue (SAR) ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan satwa liar yang menghuni kawasan hutan yang dilandai karhutla.
Karena karhutla tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga kehidupan satwa liar yang menghuni kawasan hutan, termasuk habitat orangutan dan hewan-hewan lainnya.
Mengantisipasi ancaman tersebut, Baharkam Polri menurunkan tim SAR untuk memperkuat upaya perlindungan dan penyelamatan satwa liar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
''Atas perintah Bapak Kapolri Jendral Polisi Suyudi Ario Seto, dan Bapak Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan, Dirpolsatwa bersama tim Baharkam Polri menggelar Operasi SAR Satwa Liar terdampak karhutla di Palangkaraya, Provinsi Kalteng, guna memastikan penanganan karhutla turut memperhatikan keselamatan satwa dan kelestarian ekosistem,'' kata Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Adrianto Jossy Kusumo kepada Klikmx.com, kemarin.
Dalam operasi dilakukan, kata Irjen Jossy,
didukung penuh dan diikuti langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan, Wakapolda, dan Pejabat Utama Polda Kalteng. Operasi tersebut, lanjutnya, menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam melindungi setiap nyawa dan kelestarian alam Nusantara.
''Menembus batas bencana, Polri hadir melindungi seluruh makhluk hidup. Korsabhara Baharkam Polri: Siap, Solid, Berhasil. Di mana pun daerah yang membutuhkan, kami siap turun ke lapangan memberikan pelayanan yang maksimal,'' pungkas eks Wakapolda Riau dan Wakapolda Kalimantan Timur itu.
Direktur Polsatwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Tory Kristianto mengungkapkan, kebakaran hutan membawa dampak yang jauh lebih luas dari sekadar hilangnya kawasan vegetasi. Satwa liar menghadapi ancaman kehilangan habitat, kesulitan mencari makan, hingga gangguan kesehatan akibat kabut asap.
“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran hutan. Ada kehidupan satwa yang juga harus kita selamatkan. Karena itu, upaya penanganannya harus menyeluruh, termasuk memastikan satwa liar tetap terlindungi,” ungkap Brigjen Pol Tory dalam keterangannya dikutip pada video yang dikirimkan ke Klikmx.com.
Guna memastikan kesiapan penanganan di lapangan, Brigjen Pol Tory bersama tim Baharkam Polri melakukan koordinasi dengan Kapolda Kalteng, dan jajaran pada Kamis 22 Oktober 2026.
Tory menyebutkan koordinasi tersebut dilanjutkan dengan peninjauan ke Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), lembaga konservasi yang menangani penyelamatan dan rehabilitasi orangutan.
Pada lokasi tersebut, tim melihat langsung kondisi satwa dan fasilitas rehabilitasi, sekaligus mendalami langkah penanganan orangutan yang berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
“Kami ingin memastikan penanganan satwa dilakukan dengan baik, termasuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan orangutan. Jangan sampai kebakaran yang terjadi justru menimbulkan ancaman lebih besar bagi keberlangsungan hidup mereka,” ungkap Brigjen Pol Tory lagi.
Baharkam Polri juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalteng. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan evakuasi dapat segera digerakkan apabila kondisi kebakaran memburuk.
Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur untuk berkoordinasi dengan petugas Polisi Kehutanan, dan memperkuat pemantauan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.
Menurutnya, penyelamatan satwa liar membutuhkan kerja sama banyak pihak. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan petugas kehutanan, lembaga konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.
“Yang paling penting adalah membangun kesiapan bersama. Ketika ada satwa yang terancam, kita harus tahu siapa yang bergerak, bagaimana cara mengevakuasinya, dan ke mana satwa tersebut harus mendapatkan penanganan,” kata Tory.
Ia menegaskan, perlindungan satwa liar merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.
Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, ia berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya tumbuh di kalangan petugas, tetapi juga menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat.
“Hutan adalah rumah bagi banyak kehidupan. Menjaganya bukan hanya soal melindungi alam hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang masih bisa menikmati kekayaan hayati Indonesia,” tutupnya. ***

