Gubri Abdul Wahid pada Wisuda UIN Suska: di Balik Toga Itu Ada Peluh, Doa, dan Perjuangan
- Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:58 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Gubernur Riau H Abdul Wahid SPi MSi, saat menghadiri wisuda UIN Suska, Selasa (14/10/2025).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Suasana haru menyelimuti Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru, Selasa (14/10/2025).
Ribuan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai jenjang pendidikan resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Periode VIII Tahun 2025. Pada momen sakral wisuda UIN Suska ini kian istimewa dengan kehadiran Gubernur Riau (Gubri) H Abdul Wahid SPi MSi, yang juga merupakan salah satu alumni kampus tersebut.
Dalam sambutannya, Gubri Abdul Wahid menyampaikan rasa bangganya kepada para lulusan yang telah berhasil menuntaskan pendidikan tinggi. Ia menegaskan, keberhasilan itu tidak berdiri sendiri.
“Di balik toga itu ada peluh, doa, dan perjuangan. Ada ayah yang bekerja siang malam, ibu yang tak henti berdoa di sajadah. Maka, kalian layak bangga,” ucapnya dengan suara bergetar.
Wisuda kali ini meluluskan mahasiswa dari berbagai jenjang, meliputi Program Doktor ke-69, Magister ke-101, serta Sarjana dan Diploma ke-121.
Kepada para lulusan Sarjana dan Diploma, Wahid memberi pesan penting agar tidak berhenti pada ambisi mencari pekerjaan semata. “Jadilah pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja,” ujarnya, menekankan pentingnya keberanian menghadapi tantangan dunia nyata.
Sementara itu, untuk para lulusan Magister dan Doktor, Wahid berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengabdi kepada umat dan bangsa. Ia menyebut pengabdian berbasis ilmu pengetahuan sebagai amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.
Sebagai seorang alumni, Wahid tampak emosional saat mengenang masa kuliahnya. Ia menyebut UIN Suska sebagai “kampus perjuangan” yang telah membentuk karakter dan membekalinya hingga menjadi pemimpin daerah.
“Kalau saya bisa menjadi gubernur, maka kalian pun bisa menjadi apa pun yang kalian cita-citakan. Jangan minder, jangan ragu. Kita punya karakter, nilai, dan tanggung jawab,” katanya menyemangati para wisudawan.
Dalam kesempatan itu, Wahid juga memperkenalkan program unggulan Pemerintah Provinsi Riau bertajuk “Satu Rumah Satu Sarjana”. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu di daerah tertinggal, mencakup beasiswa, pelatihan keterampilan, pembentukan karakter, dan penanaman jiwa kewirausahaan.
“Pendidikan adalah jalan memutus rantai kemiskinan dan membangun keadilan sosial,” tegasnya.
Menutup pidatonya, Gubri menyampaikan pesan penuh makna kepada para lulusan. Ia mengingatkan agar mereka tidak melupakan doa orang tua, kampus tempat mereka belajar, dan semangat perjuangan yang mengantarkan ke titik ini.
“Jangan pernah berhenti bermimpi dan melangkah. Karena anak kampung pun bisa memimpin negeri,” pungkasnya disambut tepuk tangan gemuruh ribuan wisudawan. ***
