Tak Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Galodo di Agam Dimakamkan Secara Massal

  • Kamis, 11 Desember 2025 - 14:15 WIB

KLIKMX.COM, AGAM - Karena tak bisa diindentifikasi selama lebih kurang dua minggu. Sebanyak 10 jenazah korban banjir bandang (galodo) di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), terpaksa dimakamkan secara massal, Kamis (11/12/2025).

Prosesi pemakaman seluruh korban disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Baru, Lubuk Basung.

Honda Februari 2026

Kaposko DVI RSUD Lubuk Basung, Kombes Wahono Edhi, mengatakan jenazah tersebut telah berada di RSUD selama 14 hari tanpa ada kecocokan identitas. 


“Sepuluh jenazah tersebut tidak teridentifikasi dan sudah 14 hari di RSUD Lubuk Basung, sehingga hari ini dilakukan pemakaman secara massal,” ujarnya.

Meski dimakamkan, seluruh jenazah telah diambil sampel DNA untuk mempermudah proses identifikasi apabila ada keluarga yang melapor. 

“Sampel DNA sudah kita kirim ke DVI Mabes Polri dan datanya tersimpan. Jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, bisa datang ke Posko DVI untuk proses pencocokan,” kata Wahono.


Prosesi pemakaman diawali dengan salat jenazah di Masjid Nurul Falah yang dipimpin Kapolres Agam AKBP Muari. Satu liang lahad memanjang disiapkan untuk menguburkan seluruh jenazah secara berdampingan. 

“Untuk memastikan identifikasi tetap memungkinkan, setiap jenazah diberi nisan bernomor khusus,” kata Muari.

Personel BKO Polda Riau turut mengawal jalannya pemakaman. Sejumlah pejabat kepolisian dan instansi terkait juga hadir, antara lain Kepala Pusat Identifikasi Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi, Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidayati, Direktur RSUD Lubuk Basung M Riko Krisman, serta jajaran Polda Sumbar dan Polda Riau.

Adapun rincian 10 jenazah yang dimakamkan adalah sebagai berikut tiga anak perempuan dengan nomor PM RSUD 30, PM RSUD 22, PM RSUD 17.

Kemudian, korban perempuan dewasa PM 23, PM 27, PM 28. Sedangkan, untuk korban laki-laki dewasa diberi nomor PM 18, PM 29. Terakhir, dua jasad korban laki-laki diberi nomor PM 24 dan PM 25.

Pihak DVI mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat galodo untuk segera melapor demi pencocokan DNA.

“Pemakaman massal ini dilakukan sebagai langkah kemanusiaan sekaligus memastikan jenazah tetap mendapatkan perlakuan layak, meski proses identifikasi belum dapat dilakukan sepenuhnya,” pungkasnya. ***

 



Baca Juga