Polda Riau Bantu Pulihkan Trauma Anak-Anak Korban Galodo saat Hujan Kembali Turun

  • Kamis, 11 Desember 2025 - 04:01 WIB

KLIKMX.COM, AGAM - Hujan yang kembali mengguyur Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (10/12/2025) kemarin, memunculkan kembali kecemasan di kalangan anak-anak yang menjadi korban bencana galodo akhir November lalu. 

Bertempat di SDN 09 Gumarang, tim Trauma Healing Polda Riau bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIPSI) hadir untuk memberikan pendampingan psikologis agar rasa takut mereka perlahan dapat teratasi. Kemudian juga membantu memulihkan trauma anak-anak korban Galodo saat hujan kembali turun.

Honda Februari 2026

Sejak pagi, para siswa telah berkumpul dan mengikuti berbagai aktivitas pemulihan trauma yang disiapkan tim. Anak-anak diajak bermain, berinteraksi, serta diperkenalkan pada teknik sederhana untuk mengendalikan kecemasan saat hujan turun. 


Para konselor juga melakukan pendekatan individual guna mengetahui kondisi psikologis yang masih membekas pascabencana. 

Salah satu orang tua yang hadir adalah Wilda Ariani, guru agama di sekolah tersebut. Ia datang membawa dua anaknya Nazuratul Husna dan Affan Zafranz yang sekolahnya masih diliburkan karena terdampak galodo. 

Kepada petugas, Wilda sangat berharap kedua anaknya bisa kembali merasa aman saat hujan, tanpa dihantui ketakutan seperti beberapa hari terakhir.


“Kami tinggal dekat lokasi bencana, jadi setiap hujan turun anak-anak langsung ketakutan. Bahkan sampai bertanya, ‘apa doa supaya hujan berhenti’,” ujar Wilda dengan mata berkaca-kaca.

Wilda mengatakan dirinya telah berusaha menenangkan kedua anaknya dengan menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat. Namun rasa takut itu belum sepenuhnya hilang. 

Ia menyebutkan, wajah anak-anaknya kerap terlihat pucat ketika mendengar suara hujan. Anak bungsunya bahkan menjadi lebih intens beribadah karena rasa cemas yang meningkat.

“Biasanya salat lima waktu, sekarang jam 10 pagi dia bilang ‘salat lagi ya Bu’. Dia benar-benar takut,” tuturnya. Sementara anak sulungnya kerap merasakan sesak di dada setiap hujan turun. 

Wilda berharap melalui pendampingan yang diberikan Polda Riau dan para psikolog, kondisi kedua anaknya bisa kembali pulih. “Makanya saya bawa ke sini supaya traumanya berkurang,” ucapnya penuh harap.

Bencana galodo yang melanda Nagari Salareh Aia pada 27 November lalu menyisakan luka mendalam bagi keluarga Wilda. Pamannya meninggal dalam musibah tersebut, sementara istri sang paman masih belum ditemukan. Rumah keluarganya pun rusak dihantam banjir bandang.

Kegiatan trauma healing yang digelar Polda Riau ini merupakan rangkaian upaya pendampingan berkelanjutan untuk membantu anak-anak korban galodo kembali merasa aman, terutama saat menghadapi hujan yang kini menjadi pemicu ketakutan. 

Tim akan terus memberikan dukungan agar dampak psikologis pasca bencana dapat diminimalkan dan proses pemulihan berjalan optimal. ***

 



Baca Juga