Potensi Ganggu Kamtibmas

Polda Riau Dalami Dugaan Penghinaan terhadap Tokoh Adat Diduga Dilakukan IP

  • Selasa, 05 Mei 2026 - 13:58 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menerima laporan dugaan penghinaan terhadap tokoh adat Melayu Riau yang diduga dilakukan oleh Ketua salah satu organisasi kemasyarakatan berinisial IP, pada Senin (4/5/2026). Peristiwa itu disebut terjadi di sebuah kedai kopi di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi mengatakan pihaknya saat ini tengah mendalami laporan tersebut. “Laporan sudah kami terima dan sedang didalami untuk membuat terang permasalahan. Proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur,” tegas Kombes Pandra kepada Klikmx.com, Selasa (5/5/2026).

Honda Februari 2026

Cekcok tersebut melibatkan tokoh masyarakat Riau, H Suparman, yang saat itu berada di sebuah warung bersama sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).


Saat tengah berbincang, situasi mendadak memanas ketika seorang pria berinisial IP, yang diketahui merupakan ketua salah satu organisasi kemasyarakatan di Pekanbaru, datang dan diduga melontarkan kata-kata keras sambil menunjuk Suparman di hadapan umum.

Momen tersebut direkam salah seorang pengunjung warung dan kemudian beredar luas di media sosial.

Kombes Pandra menambahkan, penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan. Saat ini, polisi juga telah melakukan pengumpulan bahan keterangan awal serta memonitor perkembangan situasi di tengah masyarakat.


“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” ujar eks Kabid Humas Polda Kepulauan Riau dan Polda Lampung itu.

Menurutnya, kasus tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) apabila tidak ditangani secara tepat, mengingat sensitivitas isu yang berkaitan dengan tokoh adat di Riau.

Suparman Tantang IP “Satu Lawan Satu”

Mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Suparman, melontarkan tantangan terbuka kepada IP usai insiden keributan yang terjadi belum lama ini.

Pernyataan itu disampaikan Suparman di hadapan sejumlah tokoh adat dan masyarakat, Senin (5/5), di lingkungan kantor Lembaga Adat Melayu Riau (LAMRiau).

Dalam keterangannya, Suparman mengaku awalnya tidak ingin menciptakan kegaduhan di tengah situasi Provinsi Riau yang dinilainya sedang tidak kondusif. Ia menyebut banyaknya gesekan, adu domba, hingga penyebaran informasi simpang siur yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan ini, walaupun sebetulnya kita belum mau melakukan hal-hal yang sifatnya membuat kegaduhan di Provinsi Riau,” kata Suparman.

Menurut Suparman, kondisi di Riau saat ini sedang tidak baik karena munculnya kelompok-kelompok tertentu, yang dinilai sengaja membangun framing dan menyebarkan informasi hoaks.

Ia menilai situasi tersebut membuat masyarakat terbelah dan sejumlah tokoh mengambil posisi berbeda-beda.

Suparman kemudian menceritakan kronologi sebelum insiden terjadi. Saat itu, dirinya sedang bersama sejumlah tokoh adat, di antaranya Datuk Taufik, Datuk Parledi, dan Ketua LAM Rohil, membahas kondisi yang terjadi di Riau.

Namun, suasana berubah ketika IP disebut datang bersama sekitar 40 orang sambil meluapkan kemarahan.

“Saya tidak tahu apa yang dia hardik, apa yang dia marahkan. Saya terkesima dan bertanya, ini ada apa,” ujarnya.

Menurut Suparman, dirinya mendapat hardikan tanpa mengetahui persoalan yang dipermasalahkan. Meski demikian, ia mengaku tetap mengedepankan persatuan dan menjaga marwah Melayu dalam menyikapi persoalan tersebut.

Ia juga menegaskan tidak gentar menghadapi IP. Bahkan, Suparman secara terbuka menantang IP untuk menyelesaikan persoalan secara langsung di luar ranah marwah adat Melayu.

“Suparman tidak takut sama IP. Kalau di luar marwah, sampaikan, adu saya satu lawan satu,” tegas eks Ketua DPRD Riau ini.

Meski demikian, Suparman meminta seluruh pihak tetap menghormati proses hukum dan tidak bertindak anarkistis. Ia menilai persoalan tersebut kini sudah masuk ke ranah adat dan hukum sehingga harus diselesaikan secara tertib.

“Saya minta kepada Puak Melayu untuk kita tertib dalam penegakan hukum, jangan anarkis,” katanya.

Pernyataan Suparman disampaikan pasca peristiwa kedatangan IP ke meja mantan Bupati Rohul tersebut sambil marah-marah.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, IP belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon pada Selasa (5/5/2026) belum mendapat respons. ***



Baca Juga

--ads--