- Beranda
- Lakalantas
- Sopir Bus Pelangi Kabur, 16 Penumpang Luka-luka dan Balita Meninggal di Tol Permai
Sopir Bus Pelangi Kabur, 16 Penumpang Luka-luka dan Balita Meninggal di Tol Permai
- Selasa, 07 Juli 2026 - 11:34 WIB
- Reporter : Hendra Bakti Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Petugas Kepolisian terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara, Selasa (7/7/2026).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Sebanyak 16 penumpang Bus Pelangi mengalami luka-luka. Sementara dua orang meninggal dunia dan salah satunya balita berusia dua tahun, setelah bus yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk tronton di ruas Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) KM 2, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 05.40 WIB.
Dua korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis tersebut masing-masing adalah Ibrahim Yafi Al Arumi (2) dan Ainul Mardiah (58).
"Seluruh korban yang mengalami luka telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara.
Eko menjelaskan, kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya menjadi kunci dalam proses penyelamatan para korban.
Setibanya di lokasi, tim gabungan di bawah pimpinan Kanit Tol Permai AKP Ruben langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di dalam bus, memberikan pertolongan pertama, sekaligus mengamankan arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan susulan.
Setelah proses evakuasi selesai, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas korban, mengamankan barang bukti, serta membantu proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK diduga mengalami microsleep sehingga kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi bernomor polisi BK 8050 GU yang melaju searah," terang Eko.
Akibat benturan keras tersebut, truk keluar dari badan jalan dan terperosok ke dalam parit, sementara bagian depan bus mengalami kerusakan berat. Proses penanganan dilakukan bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, dan Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru agar seluruh tahapan evakuasi dapat berjalan cepat, aman, dan profesional.
"Saat proses evakuasi, seluruh personel yang berada di lapangan langsung memprioritaskan penyelamatan korban begitu menerima informasi kecelakaan," jelas Eko.
Sementara itu, pengemudi Bus Pelangi diketahui meninggalkan lokasi (kabur) setelah kecelakaan terjadi. ''Saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap sopir tersebut. Sementara penanganan perkara telah dilimpahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Eko.
Dirlantas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan berharap para korban luka segera pulih.
"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan seluruh korban yang masih menjalani perawatan segera diberi kesembuhan," ucapnya.
Kombes Jeki juga mengingatkan seluruh pengemudi, terutama sopir angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk.
"Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri mengemudi saat mengantuk. Karena keselamatan harus menjadi prioritas utama. Ingat, keluarga menunggu kita di rumah," pungkasnya menyerukan. ***
