Permudah Akses Pendidikan-Ekonomi, Polda Riau Bangun 17 Jembatan Baru dan 9 Direnovasi

  • Selasa, 27 Januari 2026 - 16:53 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Menindaklanjuti arahan Presiden RI dan perintah Kapolri untuk seluruh jajaran Polri di kewilayahan. Polda Riau melakukan rilis program pembangunan jembatan dengan mengusung tema “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi”.

Kegiatan rilis ini dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH, di ruang media center Polda Riau, Selasa (27/1/2026).

HONDA Januari 2026

Wakapolda Riau mengungkapkan program ini bertujuan membuka dan mempermudah akses vital masyarakat, terutama untuk pendidikan, ekonomi, dan keselamatan warga.


“Program pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI terkait percepatan pembangunan ribuan jembatan di daerah terpencil, yang kemudian diperintahkan Kapolri untuk diimplementasikan oleh jajaran Polri di seluruh Indonesia,” kata Brigjen Pol Hengky, didampingi Karo Ops Polda Riau Kombes Ino Harianto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, Dir Polairud Polda Riau Kombes Apri Fajar Hemanto, serta Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi.

Hengky memaparkan bahwa fungsi jembatan bukan hanya sebagai penghubung wilayah. Karena jika sampai terputus, maka akan menyebabkan hidup masyarakat juga terganggu, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga aktivitas ibadah.

Karena itu, menyikapi arahan presiden serta perintah dari Kapolri. Hasil verifikasi dan assessment yang dilakukan tim khusus berhasil mendata sebanyak 26 jembatan yang perlu dibangun baru dan direnovasi.


“Hasil assessment dan verifikasi yang dilakukan tim khusus, mencatat ditetapkan pembangunan 26 jembatan yang terdiri dari 17 jembatan baru dan 9 jembatan renovasi, dengan total panjang mencapai sekitar 700 meter,” papar alumni Akpol 1996 itu.

Ia merincikan, pelaksanaan rencana pembangunan jembatan tersebut dipastikan berbasis kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Kami membangun bersama masyarakat, mulai dari perencanaan hingga perawatan ke depan,” jelasnya.

Sebagai contoh, lanjut Hengki, kondisi yang dialami warga di Dusun Sumut, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, di mana akses ke sekolah dasar harus melewati sungai yang kerap dilintasi buaya. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah wilayah lain, yang membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.

Selain jembatan, Polda Riau juga akan melakukan renovasi bangunan SD Negeri 020 di wilayah Indragiri Hilir yang kondisinya memprihatinkan dan hanya memiliki satu akses pendidikan bagi warga sekitar.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini melibatkan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Seluruh proses ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan dan segera dapat diresmikan.

“Ini adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan masyarakat dapat hidup, belajar, dan beraktivitas dengan aman,” pungkas Hengki.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa menambahkan, seluruh jembatan tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah jembatan terbanyak, yakni empat jembatan, terdiri dari dua jembatan baru dan dua renovasi.

“Di Kampar ada dua jembatan, Rokan Hulu dua, Rokan Hilir tiga, Indragiri Hilir dua, Siak dua, Pelalawan dua, Dumai satu, Kuantan Singingi dua, Kepulauan Meranti tiga, Polresta Pekanbaru satu, dan Bengkalis dua. Totalnya 26 jembatan,” jelas Kombes I Ketut.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Ino Harianto menyebut salah satu jembatan paling mendesak berada di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan panjang mencapai 608 meter. Selama ini, anak-anak sekolah harus menggunakan perahu kecil yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat dan akses utama anak-anak sekolah. Karena volumenya besar, kami melibatkan personel Polri dan masyarakat setempat secara gotong royong,” ungkap Ino mengakhiri. ***



Baca Juga