Geger! Satpam Temukan Dokter Tewas di Samping RSUD

  • Selasa, 14 Juli 2026 - 14:08 WIB

KLIKMX.COM, SIAK - Warga Kecamatan Siak digegerkan penemuan mayat yang diduga seorang dokter bertugas di RSUD Siak, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Identitas mayat diketahui bernama AKL (30), seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak. Korban diketahui berasal dari Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Honda Juni 4

Penemuan jasad itu, pertama kali ditemukan oleh rekan sejawat yang telah mencari korban sejak sore kemarin. Berawal korban dilaporkan hilang oleh istrinya, karena nomor yang biasa digunakan sang suami tidak aktif. 


Sontak penemuan mayat tersebut,  menyebar dari mulut ke mulut hingga ke grup WhatsApp warga. Tak butuh waktu lama, ratusan orang langsung berbondong-bondong menuju lokasi untuk menyaksikan mayat yang diduga seorang dokter magang di RSUD Siak.

Kondisi jalan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) macet total. Pedagang kaki lima, pelajar, hingga pengendara yang melintas ikut berhenti hanya untuk melihat dari kejauhan. 

Kondisi mayat pertama kali ditemukan dalam keadaan telentang dan dipenuhi semut kerangga di bagian wajah dan perut. Bagian wajah korban terdapat bekas lebam diduga ada benturan benda keras.


Tim Inafis Polres Siak bersama Polsek Siak Kota tiba di lokasi. Mereka langsung bergerak mengambil sidik jari, memfoto lokasi, dan mencari petunjuk di sekitar TKP.

Suasana haru menyelimuti lokasi ketika seorang perempuan yang diduga istri korban memeluk jenazah sambil menangis.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga membenarkan adanya penemuan mayat tersebut 

Kejadian bermula pada Senin (13/7/2026) sore sekira pukul 17.30 WIB, ketika istri AKL, dr YM (31), yang bertugas dan tinggal di Asrama RSUD Tengku Rafian, mencoba menghubungi telepon genggam korban namun didapati sudah tidak aktif. 

Sang istri kemudian berupaya mencari keberadaan korban di lingkungan rumah sakit dan bertanya kepada rekan sejawat, namun tidak ada yang mengetahui posisinya. Upaya pencarian hingga menghubungi pihak keluarga di Bagan Batu juga tidak membuahkan hasil.

"Merasa ada yang janggal, istri korban bersama petugas keamanan RSUD kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas CCTV," jelasnya.

Berdasarkan rekaman CCTV di bagian Radiologi, korban terlihat berjalan kaki seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui pintu keluar di depan Pos Security II menuju ke arah luar.

Pencarian berlanjut hingga Selasa (14/7/2026) pagi. Petugas keamanan sempat menanyakan kembali keberadaan korban kepada seluruh tenaga medis dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak, namun masih nihil.

"Sekira pukul 11.30 WIB, tiga orang saksi yang terdiri dari dua petugas satpam rumah sakit, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), bersama seorang pengemudi ambulans, Selamat (55), berinisiatif menyisir area semak belukar di luar pagar yang menjadi titik terakhir arah pergerakan korban di CCTV," jelasnya 

Saat saksi Arif Syahdu memanjat pagar pembatas rumah sakit dari dalam area RSUD untuk melihat ke area luar, ia mendapati korban sudah dalam posisi terlentang tidak bernyawa (tewas) di tengah semak belukar di samping RSUD Siak tersebut.

Posisi jasad ditemukan berjarak sekitar lima meter dari pagar pembatas atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di sebelah kiri jasad korban, ditemukan sebuah tas sandang milik korban.

Mengetahui hal tersebut, para saksi langsung melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas Kampung Dalam dan Piket SPKT Polsek Siak. 

Kapolsek Siak segera mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi, memasang garis polisi serta melakukan olah TKP awal bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Siak.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti beerup satu buah tas sandang warna hitam yang berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian Siak milik korban. 

Pihak kepolisian juga mendapatkan keterangan awal dari sang istri bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun permasalahan di dalam rumah tangga mereka yang baru berjalan sekitar dua tahun tersebut.

Ditanya dugaan kematian korban, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan RSUD Tengku Rafian guna mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan proses autopsi.

''Saat ini, kasus penemuan mayat tersebut ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Siak, guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," pungkasnya. ***

 

 



Baca Juga

--ads--