- Beranda
- RIAUSTORIA
- Karyawan HTI Tewas Dimangsa Harimau, Serangan Kedua di Kawasan yang Sama
Karyawan HTI Tewas Dimangsa Harimau, Serangan Kedua di Kawasan yang Sama
- Senin, 13 Juli 2026 - 13:42 WIB
- Reporter : Hendra Bakti Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Konflik manusia dan harimau sumatra di area perkebunan hutan tanaman industri (HTI) salah satu perusahaan di Kabupaten Pelalawan, kembali memakan korban.
Eko Prasetyo (29) warga Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, ditemukan tewas berjarak sekitar 6,5 kilometer dari lokasi serangan pertama.
Peristiwa yang dialami seorang karyawan itu merupakan serangan fatal kedua dalam sepekan di kawasan HTI yang sama. Sebelumnya, pada Selasa (7/7/2026) dini hari, harimau sumatra juga menerkam seorang bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu.
“insiden terjadi pada Jumat malam (10/7/2026). Lokasi kejadian berada di area camp kedua yang berjarak sekitar 6,5 kilometer dari lokasi serangan pertama,” sebut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Laskar Jaya Permana, Senin (13/7/2026).
Eko, jelas Laskar, diduga keluar dari camp pada malam hari sebelum akhirnya diterkam satwa liar tersebut. Saat ditemukan di tubuh korban terdapat luka di bagian leher, kedua kaki, dan sebagian tubuhnya telah dimangsa harimau.
“Korban diserang saat keluar pada malam hari dan baru ditemukan keesokan paginya, Sabtu (11/7/2026), dalam kondisi telah meninggal dunia.
BBKSDA Riau kini terus melakukan penanganan di lokasi. Dua kandang jebak telah dipasang untuk menangkap harimau yang diduga menjadi pelaku serangan sebelum dievakuasi.
Menurut hasil analisis tim mitigasi, diduga harimau yang menyerang Eko merupakan individu yang sama dengan pelaku serangan sebelumnya.
“Satwa tersebut diperkirakan berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar tiga tahun. Meski demikian, identifikasi masih terus dilakukan melalui pemeriksaan jejak yang ditemukan di lokasi,” ujar Laskar.
Laskar menjelaskan, analisis ini juga diperkuat dari ukuran jejak yang ditemukan, masih memiliki kesamaan.
Sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa terjadi lagi, tim BBKSDA Riau di lapangan kembali meminta perusahaan pemegang izin konsesi HTI menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat untuk melindungi para pekerja dari ancaman konflik dengan satwa liar.
Hal tersebut lanjut Laskar, sudah diatur Direktorat Jenderal KSDAE sebelumnya dengan mengeluarkan instruksi agar perusahaan memperketat SOP di kawasan kerja, termasuk membatasi aktivitas pekerja pada waktu-waktu rawan dan meningkatkan pengawasan di sekitar camp.
"Kami meminta pemilik izin konsesi menjalankan SOP secara ketat dan melaporkan pelaksanaannya agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tegasnya.
Untuk serangan pertama harimau sumatra di area tersebut, pada Selasa (7/7/2026) dini hari. Korban bernama Jerlin Zalukhu.
Korban diketahui merupakan anak pekerja camp diserang saat menunggu kakaknya mencuci piring di kamar mandi belakang camp.
Jeritan korban sempat terdengar oleh sang kakak. Saat ditemukan sekitar 10 meter dari camp, korban mengalami luka parah di bagian leher dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke fasilitas kesehatan.
Hasil patroli intensif yang dilakukan termasuk pemantauan menggunakan drone thermal, mendeteksi keberadaan harimau masih berada di sekitar camp pekerja.
“Keberadaan hewan ternak di sekitar permukiman pekerja diduga menjadi salah satu faktor yang membuat satwa dilindungi itu tetap bertahan di kawasan tersebut,” pungkas Laskar. ***
