Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Besok, Pemprov Riau: Berikan Data yang Jujur
- Minggu, 14 Juni 2026 - 12:54 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai serentak pada Senin besok (15/6/2026). Dukungan tersebut ditandai dengan pencanangan sensus yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Riau, Ahad (14/6/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, hadir langsung membuka kegiatan yang menjadi titik awal pendataan ekonomi terbesar di Indonesia tersebut.
Menurutnya, sensus ekonomi bukan sekadar pengumpulan angka statistik, melainkan instrumen penting untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah secara menyeluruh.
“Riau memiliki potensi besar pada sektor industri pengolahan, perdagangan, jasa, perkebunan hingga UMKM. Untuk merancang pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan, kita membutuhkan data yang akurat dan mutakhir,” kata Syahrial.
Pendataan akan berlangsung selama sekitar dua setengah bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026. Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh gambaran lengkap mengenai jumlah, persebaran dan karakteristik pelaku usaha di seluruh wilayah Riau.
Menurut Syahrial, data yang terkumpul nantinya akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan, memperkuat investasi, memperluas lapangan kerja hingga mendorong transformasi ekonomi hijau di Bumi Lancang Kuning.
“Data yang dihasilkan akan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat. Karena itu, kami mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha untuk memberikan data informasi yang benar atau jujur sesuai kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat mendukung petugas sensus yang turun ke lapangan. Sebab seluruh informasi yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.
“Riau merupakan salah satu penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia. Karena itu, kita perlu memiliki gambaran yang utuh agar kebijakan pembangunan ke depan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Pudji Ismartini, menegaskan bahwa data statistik yang valid merupakan fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi ekonomi riil Indonesia secara menyeluruh. Pendataan akan mencakup seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro dan kecil hingga perusahaan berskala besar.
“Ini adalah sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan di Indonesia. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai struktur, dinamika dan aktivitas ekonomi yang berkembang saat ini, termasuk potensi ekonomi lokal di Provinsi Riau,” jelas Pudji.
Ia menekankan bahwa keberhasilan sensus tidak bisa hanya mengandalkan BPS. Diperlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha hingga masyarakat agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pudji juga mengungkapkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 hadir dengan berbagai pembaruan mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan pola bisnis dalam satu dekade terakhir.
Fenomena transportasi daring, marketplace digital hingga aktivitas ekonomi berbasis media sosial kini menjadi bagian dari objek pendataan. Untuk itu, BPS memanfaatkan teknologi digital, big data hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan kualitas data yang diperoleh.
Selain itu, BPS menerapkan strategi pengumpulan data berbasis multi-moda dengan prinsip "Digital First, But Not Digital Only". Pendataan dilakukan melalui tiga metode, yakni wawancara menggunakan perangkat digital (CAPI), pengisian mandiri secara daring (CAWI), serta kuesioner manual khusus untuk perusahaan besar (PAPI).
Dalam kesempatan tersebut, Pudji turut memaparkan perkembangan jumlah usaha di Riau yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua dekade terakhir.
Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2006, jumlah unit usaha di Riau tercatat sekitar 366 ribu unit. Angka itu meningkat menjadi 526 ribu unit pada Sensus Ekonomi 2016.
“Kita menantikan bagaimana potret terbaru ekonomi Riau pada 2026. Data ini akan menjadi pijakan penting bagi investasi dan pembangunan ekonomi daerah ke depan,” pungkasnya. ***
