3.815 Personel Dikerahkan Amankan Mudik Idulfitri 1447 H, Ini Harapan Kapolda Riau

  • Jumat, 13 Maret 2026 - 00:01 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 sebagai tanda dimulainya pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. 

Apel tersebut dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo SIP MSi, di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (12/3/2026).

Honda Februari 2026

Apel pasukan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Sutikno, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 


Turut hadir Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH, para pejabat utama Polda Riau, serta ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, hingga unsur tokoh adat dan masyarakat.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan apel pasukan ini merupakan bentuk kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen sinergi lintas sektoral dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 guna mewujudkan mudik yang aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyoroti dinamika geopolitik global, seperti konflik Israel–Palestina serta ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.


Menurutnya, jika situasi global tersebut tidak membaik, maka dapat berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga komoditas, menurunnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya inflasi yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

“Pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non-blok untuk memitigasi dampak eskalasi global serta mendorong terciptanya perdamaian dunia,” ujar Irjen Herry.

Ia menambahkan, perayaan Idulfitri merupakan agenda nasional yang setiap tahunnya memicu pergerakan masyarakat dalam jumlah besar serta perputaran ekonomi yang signifikan. Namun kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat tetap menjadi faktor utama agar dampak ekonomi positif dapat dirasakan.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

“Meskipun ada penurunan, kita tetap harus mengantisipasi kemungkinan peningkatan realisasi pergerakan masyarakat, terlebih adanya berbagai stimulus kebijakan pemerintah seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, serta kebijakan work from anywhere,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, pemerintah juga telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama masa angkutan Lebaran 2026. Kebijakan tersebut mencakup pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, dan ganjil genap, penundaan proyek konstruksi jalan, hingga pengaturan penyeberangan laut.

“Seluruh personel diharapkan memahami dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini kepada masyarakat. Selain itu, untuk menjaga kelancaran jalur penyeberangan akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first come first serve,” ujarnya.

Dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Polda Riau mengerahkan sebanyak 3.815 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya. Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kapolda menegaskan bahwa pola pengamanan akan mengedepankan langkah preemtif dan preventif dengan pendekatan humanis, sementara penegakan hukum menjadi upaya terakhir jika diperlukan.

Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Polda Riau juga mendirikan 60 posko pengamanan yang terdiri dari 34 Pos Pengamanan, 21 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi.

“Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mencegah potensi gangguan keamanan sehingga masyarakat dapat mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman dan lancar,” kata Herry.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat berjalan kondusif di wilayah Riau.

“Mudah-mudahan seluruh aktivitas masyarakat dapat kita amankan dengan baik sehingga situasi keamanan dan kelancaran selama mudik benar-benar terjaga,” pungkasnya. ***



Baca Juga