Pulang Bawa Penghargaan, Irjen Herry: Anugerah Sakanti Ini Milik Masyarakat Riau

  • Kamis, 02 Juli 2026 - 09:57 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Pataka dan Tanda Kehormatan Anugerah Sakanti yang baru diterima Polda Riau dari Presiden Republik Indonesia Jendral (Purn) H
Prabowo Subianto, diarak dari Tugu Keris menuju Mapolda Riau, Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

Setibanya di Mapolda Riau, rombongan Kapolda Riau bersama pejabat utama (PJU) dan masyarakat dari berbagai kalangan diiringi musik drumband. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel penyambutan Tanda Kehormatan Anugerah Sakanti.

Honda Juni 4

Kapolda Riau Irjen Dr H Herry Heryawan SIK MH MHum, menegaskan bahwa Anugerah Sakanti bukanlah milik seorang pimpinan ataupun segelintir personel. Penghargaan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh keluarga besar Polda Riau, mulai dari personel berpangkat terendah hingga tertinggi, termasuk Bhayangkari serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini memberikan kepercayaan kepada institusi kepolisian.


"Penghargaan ini milik seluruh personel Polda Riau, dari pangkat terendah hingga pangkat tertinggi. Ini juga milik seluruh Bhayangkari. Saya bangga menjadi bagian dari Polda Riau," ujar Kapolda dalam amanatnya.

Di hadapan seluruh peserta apel, Kapolda kembali mengingatkan pesan Presiden agar setiap anggota Polri senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kekuatan Polri bukan terletak pada senjata, melainkan pada kedekatan dengan rakyat serta pelayanan yang tulus.
Kapolda juga mengajak seluruh personel menjadi polisi yang benar, rendah hati, tidak pernah berhenti memperbaiki diri, selalu berpikir positif, menjaga kehormatan institusi, serta terus memperkuat persatuan.

Selain itu, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt Gubernur Riau, Pangdam, serta seluruh pihak yang selama ini membangun sinergi bersama Polda Riau.


"Saya menyampaikan rasa terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh Forkopimda, Plt Gubernur Riau, Pangdam, dan semua pihak yang terus merangkul serta mendukung Polda Riau," kata Kapolda alumni Akpol 1996 itu.

Dalam sesi doorstop bersama awak media, Kapolda menegaskan bahwa Anugerah Sakanti merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai memiliki peran besar dalam menyampaikan berbagai program dan kinerja kepolisian kepada masyarakat.

"Ini hasil kerja keras seluruh personel, dukungan masyarakat, dan yang paling utama juga dukungan teman-teman media. Setiap kegiatan dan program Polda Riau terus diamplifikasi oleh media sehingga mampu membangun perubahan pola pikir masyarakat," ujarnya.

Menurut Kapolda, salah satu perubahan yang terus didorong adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Edukasi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan, menjaga kebersihan sungai, tidak menebang pohon secara sembarangan, hingga mengajak masyarakat menanam pohon merupakan bagian dari upaya bersama menjaga masa depan Riau.

Ia menegaskan, kirab Pataka yang dilakukan bukan semata-mata arak-arakan membawa penghargaan, melainkan simbol mengembalikan kehormatan kepada pemilik sesungguhnya, yakni masyarakat Riau.

"Tanpa kepercayaan masyarakat, tanpa kritik, tanpa dukungan, kami bukan apa-apa. Karena itu, penghargaan ini kami kembalikan kepada masyarakat Riau sebagai pemiliknya," ucapnya.

Kapolda menjelaskan, keputusan membawa Pataka dengan berjalan kaki juga memiliki filosofi mendalam. "Setiap prestasi harus diawali dengan kerendahan hati. Seberat apa pun amanah yang diberikan negara, langkah kami harus tetap membumi, tetap dekat dengan masyarakat, dan terus melayani dengan tulus," katanya.

Menurutnya, Anugerah Sakanti bukanlah akhir perjalanan, melainkan titik awal untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, serta menjaga keamanan seluruh masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

"Ke depan, ini adalah langkah awal untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, menguatkan penegakan hukum yang adil, dan menjaga setiap jengkal Tanah Melayu agar masyarakat merasa aman dan nyaman," tegasnya.

Di akhir keterangannya, Kapolda mengajak seluruh personel menjadikan penghargaan tersebut sebagai energi baru untuk terus bekerja dengan integritas serta menjaga marwah Polri melalui tindakan yang adil dan humanis.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian alam. Menurutnya, keadilan bukan hanya diberikan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada lingkungan hidup dan seluruh satwa yang menjadi bagian dari ekosistem.

"Jagalah alam, maka alam akan menjaga kita. Pohon, gajah, harimau, semuanya harus kita lindungi. Ketika alam terjaga, kehidupan masyarakat juga akan tetap terpelihara," pungkasnya berpesan. ***

 



Baca Juga

--ads--