Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat Gandeng Wartawan Cegah Narkoba hingga Konflik Sosial
- Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:08 WIB
- Reporter : Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat menggandeng wartawan untuk memperkuat kemitraan dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia berharap sinergi tersebut mampu mendukung guna mencegah dan pemberantasan narkoba, penanganan persoalan lingkungan, hingga pencegahan konflik sosial di Provinsi Riau.
Ajakan itu disampaikan Irjen Arman saat menggelar silaturahmi dan makan malam bersama Wartawan Mitra Polda Riau di Aula Kediaman Rumah Dinas Kapolda Riau, Jalan Diponegoro Nomor 32, Pekanbaru, Senin malam (26/10/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan dihadiri Wakapolda Riau, Kepala BNNP Riau, Irwasda Polda Riau, sejumlah pejabat utama Polda Riau, serta wartawan dari berbagai media.
Kapolda Riau mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang terbuka sekaligus memperkuat kepercayaan antara kepolisian dan media.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan insan pers diperlukan agar informasi mengenai berbagai persoalan keamanan dan program kepolisian dapat tersampaikan kepada masyarakat secara tepat.
"Saya percaya hubungan yang baik harus dibangun atas dasar saling mengenal, saling percaya, dan keterbukaan. Kami membutuhkan dukungan rekan-rekan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," ujar Arman.
Kapolda yang telah mengabdi sekitar 34 tahun di institusi Polri itu menyebut pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas yang membutuhkan perhatian bersama.
Posisi geografis Riau yang berbatasan dengan Malaysia serta memiliki wilayah perairan luas menjadi tantangan dalam mengawasi masuknya narkotika.
Karena itu, pengawasan dan pemetaan jalur rawan peredaran barang terlarang perlu terus diperkuat, terutama di wilayah Rupat, Bengkalis, dan pulau-pulau sekitarnya.
Arman menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi kepada masyarakat, peningkatan kesadaran akan bahaya narkotika, serta koordinasi dengan BNN, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya juga diperlukan untuk menekan peredarannya.
Selain narkoba, Polda Riau turut menyoroti persoalan lingkungan hidup dan potensi konflik sosial, terutama di kawasan perkebunan dan pelabuhan.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Arman menekankan pentingnya deteksi dini, komunikasi yang efektif, serta keterlibatan berbagai pihak. Langkah pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak awal agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
"Kami mengajak seluruh rekan media untuk terus bersinergi dengan Polda Riau melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Arman juga menanggapi masukan Taufik, wartawan Pekanbaru Pos, mengenai pentingnya pembinaan terhadap kalangan pelajar.
Ia menyambut baik usulan tersebut dan mendorong jajaran terkait, khususnya fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas), untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam memberikan edukasi kepada peserta didik.
Pembinaan tersebut diharapkan mencakup bahaya narkoba, kesadaran hukum, kedisiplinan, hingga pencegahan kenakalan remaja. Arman menilai pembentukan karakter generasi muda membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Jebolan alumni Akpol 1992 itu berharap hubungan kemitraan dengan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai kegiatan dan program kepolisian dapat diterima masyarakat secara luas. Di sisi lain, pemberitaan yang faktual dan berimbang juga diharapkan dapat membantu mencegah persoalan sosial serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Bumi Lancang Kuning. ***

