Runner-up IV Duta Budaya Indonesia, Maura Ernita Ingin Generasi Muda Cintai Budaya Melayu
- Senin, 26 Oktober 2026 - 11:20 WIB
- Reporter : Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Maura Ernita, perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang meraih gelar Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026 didampingi didampingi Efrizon Maspoen Thaib SP, Ketua I Bidang Organisasi dan Kelembagaan LAMR Inhil yang juga menjabat Ketua Tameng Adat LAMR Inhil mengunjungi LAMR Provinsi Riau, Senin (26/9/2026).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Maura Ernita, perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, yang meraih gelar Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026, ingin menjadikan generasi muda sebagai bagian penting dalam pelestarian budaya Melayu.
Misi tersebut disampaikannya saat bersilaturahmi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin (26/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Maura didampingi Efrizon Maspoen Thaib SP, Ketua I Bidang Organisasi dan Kelembagaan LAMR Inhil yang juga menjabat Ketua Tameng Adat LAMR Inhil. Setibanya, Maura dan rombongan disambut dengan penuh hangat oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Riau Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, dan Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil.
Maura mengatakan, ketertarikannya mempelajari budaya sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Kini, ia tercatat sebagai siswi kelas X SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, dan terus berupaya mengenalkan kekayaan budaya daerah melalui berbagai kegiatan.
"Sejak SMP saya mulai belajar dan menggeluti budaya. Saya ingin generasi muda mengenal budaya daerahnya sendiri, karena kita juga punya kekayaan budaya yang patut dibanggakan," ujar Maura.
Menurutnya, budaya Indonesia sangat beragam dan setiap daerah memiliki identitas serta keunikan masing-masing. Karena itu, budaya Melayu Riau, khususnya dari Kabupaten Inhil, perlu lebih diperkenalkan agar semakin dikenal masyarakat luas.
Maura menilai, generasi muda saat ini perlu mendapatkan ruang untuk mengenal budaya sendiri di tengah pengaruh budaya asing yang semakin mudah masuk melalui berbagai media.
"Saya ingin menjadi jembatan bagi generasi muda agar mereka tahu bahwa kita juga punya budaya sendiri. Jangan hanya mengenal budaya yang sudah terkenal, seperti budaya Jawa, tetapi budaya Melayu juga harus kita kenalkan dan banggakan," katanya, saat ditemui di Gedung LAMR Riau, Senin (26/10/2026).
Ia berharap anak-anak muda tidak hanya tertarik pada budaya luar atau kebiasaan yang berasal dari Barat, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap tradisi dan warisan leluhur.
"Harapan saya, generasi muda tidak hanya menyukai budaya Barat, tetapi juga mencintai budaya sendiri. Kalau bukan kita yang mengenalkan dan melestarikannya, siapa lagi?" tuturnya.
Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional
Sebelum meraih gelar Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026, Maura telah menorehkan prestasi dalam sejumlah ajang tingkat nasional.
Ia pernah meraih Juara I Duta Pelajar Inspirasi di Aceh serta Juara II Duta Pelajar Berprestasi di Bandar Lampung ketika masih duduk di bangku SMP kelas IX.
Maura mengaku pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan tentang kebudayaan Nusantara.
Pada ajang Duta Budaya Indonesia 2026 yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Oktober 2026, Maura mewakili Provinsi Riau melalui Kabupaten Inhil, dan berhasil meraih posisi Runner-up IV.
Sehari setelah kompetisi, tepatnya Kamis (22/10/2026), Maura juga berkesempatan bersilaturahmi dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di kediamannya di Surakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Maura memperkenalkan dirinya sebagai perwakilan Riau yang meraih gelar Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026. Jokowi memberikan semangat agar ia terus membawa dan memperkenalkan budaya Indonesia.
Bagi Maura, pengalaman mengikuti kompetisi hingga bertemu tokoh nasional menjadi motivasi untuk semakin serius menjalankan perannya dalam memperkenalkan budaya daerah.
Dengan bersilaturahmi ke LAMR Provinsi Riau, Maura berharap dapat memperkuat kecintaannya terhadap budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda ikut menjaga tradisi dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. ***

