Penguatan Sense of Crisis, Kapolda Riau Perkenalkan Strategi Mikropolis
- Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum, memberikan keterangan pers usai memberikan arahan kepada jajaran Polres Siak, Selasa (21/4/2026).
KLIKMX.COM, SIAK - Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum memberikan arahan kepada jajaran Polres Siak dengan menekankan pentingnya penguatan sense of crisis serta penerapan strategi pemolisian adaptif di tengah dinamika ketidakpastian global dan situasi kamtibmas, Selasa (21/4/2026).
Paparan yang disampaikan alumni Akpol 1996 ini ini bertajuk “Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Dinamika Kamtibmas”, bertujuan memperkuat kewaspadaan dalam menghadapi dinamika ketidakpastian global yang berdampak langsung terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, kondisi global yang penuh disrupsi saat ini berdampak langsung pada stabilitas keamanan dalam negeri. ''Kita sedang berada pada situasi yang tidak pasti. Dalam kondisi seperti ini, Polri harus hadir sebagai penjaga keteraturan sosial dan stabilisator di tengah masyarakat. Karena itu, setiap personel wajib memiliki sense of crisis yang kuat,” ujar Herry.
Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika sosial, ungkap Irjen Herry, berpotensi memicu gangguan kamtibmas jika tidak diantisipasi sejak dini. Sebagai antisipasi, seluruh jajarannya khususnya di Polres Siak diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat deteksi dini di lapangan.
Hal lainnya lanjut Kapolda, terkait potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipengaruhi perubahan iklim, termasuk indikasi siklus Super El Nino dan menginstruksikan personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif turun ke masyarakat memberikan edukasi.
“Potensi karhutla harus kita antisipasi sejak awal. Saya minta seluruh personel aktif turun ke lapangan, memberikan edukasi, dan memastikan tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar. Ini bagian dari komitmen kita menjaga keadilan ekologi,” tegasnya.
Di sisi lain, Kapolda mengingatkan dampak ketegangan geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah, terutama terkait fluktuasi harga bahan pokok dan distribusi energi. Ia meminta fungsi intelijen dan Satgas Pangan memperketat pengawasan.
“Kita tidak boleh lengah terhadap potensi keresahan sosial. Pengawasan distribusi bahan pokok dan BBM harus dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” ujarnya.
Dalam pemberantasan narkotika, Kapolda menegaskan penerapan prinsip zero tolerance, termasuk terhadap anggota Polri.
“Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Saya ingatkan, jangan sampai ada anggota yang terlibat. Penanganan harus dimulai dari hulu melalui langkah pre-emtif dan preventif, termasuk melibatkan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari gerakan bersama,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi publik, khususnya dalam pengelolaan media sosial. Ia meminta jajaran lebih responsif terhadap aduan masyarakat serta mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan menenangkan.
“Media sosial menjadi ruang strategis. Kita harus hadir dengan informasi yang jelas, respons yang cepat, serta mampu melakukan kontra narasi terhadap isu yang berpotensi mengganggu stabilitas,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut memperkenalkan pendekatan mikropolis, yakni strategi pemolisian berbasis unit sosial terkecil yang didukung data akurat guna mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Pendekatan ini lanjut Irjen Herry, dinilai efektif dalam merespons persoalan sosial seperti potensi PHK, sengketa lahan, hingga dinamika sosial lainnya melalui pola dialog dan mediasi.
Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Dengan komunikasi yang baik dan respons yang cepat, kita pastikan Riau tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. ***
