Dini Hari Gubernur Riau Bersama Istri Sidak Pasar Induk AKAP, Tinjau Harga dan Rencana Relokasi
- Rabu, 03 September 2025 - 05:38 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Gubernur Riau (Gubri) H Abdul Wahid SPi MSi bersama istrinya Hj Henny Sesmita Wahid SSos MSi dan rombongan meninjau aktivitas Pasar Induk AKAP seraya berdialog dengan para pedagang.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Aktivitas Pasar Induk Terminal AKAP, Pekanbaru, pada Rabu (3/9/2025) dini hari terasa berbeda dengan kehadiran Gubernur Riau (Gubri) H Abdul Wahid SPi MSi bersama istrinya Hj Henny Sesmita Wahid SSos MSi melakukan inspeksi mendadak (Sidak).
Hal itu dilakukannya untuk meninjau harga pusat distribusi kebutuhan pokok terbesar di Riau tersebut. Kedatangan rombongan juga bermaksud untuk memantau langsung stabilitas harga pangan, mendengar langsung keluhan pedagang, serta mengecek kesiapan pasar menghadapi rencana relokasi.
Di tengah aktivitas bongkar muat barang, Abdul Wahid menyapa beberapa para pedagang, menanyakan harga dan pasokan komoditas. “Malam ini saya ingin memastikan harga-harga di Pasar Induk AKAP. Alhamdulillah, secara umum masih stabil, meski ada yang naik dan turun. Cabai dan kol naik, sementara kentang dan bawang mulai turun,” ujarnya.
Selain memantau harga, Gubri mengungkapkan terkait tata kelola dan fasilitas pasar yang dianggap belum ideal. Kepada para pedagang, Gubri mengatakan bahwa Pemprov Riau bersama Pemkot Pekanbaru sedang menyiapkan relokasi ke kawasan Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di samping Jalan Teropong.
“Kalau fasilitasnya sudah siap, kita pindahkan ke lokasi baru. Kita benahi kekurangan agar masyarakat lebih nyaman dan pedagang lebih terbantu,” tegas Gubernur Abdul Wahid.
Namun, rencana relokasi itu memunculkan kekhawatiran pedagang. Andre, pedagang cabai, berharap pemerintah memperhatikan kelayakan lokasi baru. “Kami senang Pak Gubernur datang langsung, tapi untuk pemindahan pasar mohon dipertimbangkan lagi. Paling penting akses parkir dan jalur keluar-masuk kendaraan angkut barang. Jangan sampai malah bikin repot,” ujarnya.
Di sisi lain, Gubri menegaskan bahwa fluktuasi harga pangan adalah hal yang wajar, namun pemerintah terus berupaya menjaga kestabilannya. Salah satu langkahnya adalah menggelar pasar murah di berbagai wilayah.
“Kita pastikan distribusi lancar agar pasokan terjaga. Kami ingin tahu langsung kendala pedagang, terutama soal transportasi. Kalau distribusi lancar, harga bisa tetap terjangkau,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Induk AKAP, Heri, yang mendampingi kunjungan Gubri merincikan pergerakan harga. Misalnya, untuk cabai merah yang sebelumnya Rp50.000 per kilogram kini naik menjadi Rp65.000. Selanjutnya, untuk cabai hijau pun naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Kenaikan ini dipengaruhi faktor cuaca dan pasokan.
Sebaliknya, harga bawang merah dan bawang putih justru turun signifikan dari Rp48.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Kentang juga lebih murah, dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
“Pasar induk ini memang berbeda dari pasar tradisional karena menjadi pusat distribusi. Selisih harga wajar terjadi karena ada biaya tambahan untuk transportasi dan distribusi ke pasar-pasar kecil,” pungkas Heri. ***
.
