Lapas dan Kemenag Pekanbaru Kerja Sama Pembinaan Warga Binaan
- Senin, 02 Maret 2026 - 13:59 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi warga binaan.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Senin (2/3/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bersama jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, serta disambut Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, beserta jajaran.
Kesepakatan ini merupakan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembinaan mental dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
Yuniarto menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan program pembinaan keagamaan di dalam lapas. Menurutnya, pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan, memegang peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kesadaran hukum warga binaan.
“Melalui MoU ini, kami berharap program pembinaan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Pembinaan mental dan spiritual merupakan fondasi utama dalam proses pembentukan karakter warga binaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan akhir dari sistem pemasyarakatan adalah mendorong warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif. Dengan penguatan pembinaan rohani, diharapkan proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Syahrul Mauludi menyatakan pihaknya siap mendukung penuh implementasi kerja sama tersebut.
Syahrul menjelaskan dukungan akan diwujudkan melalui penyediaan penyuluh agama, peningkatan kegiatan keagamaan, serta kolaborasi dalam berbagai program pembinaan mental dan spiritual secara berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan umat, termasuk warga binaan di lapas. Kami siap bersinergi agar pembinaan keagamaan dapat memberikan dampak positif yang nyata,” kata Syahrul.
Melalui kolaborasi ini diharapkan warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat. ***
