iForte NDC Pekanbaru 2026 Disambut Antusias, SMKN 1 Pekanbaru dan ISI Padang Panjang Raih Juara
- Rabu, 01 April 2026 - 20:03 WIB
- Reporter : Noviyanti
- Redaktur : Nofri Yandi
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Ajang iForte National Dance Competition kembali digelar di Pekanbaru dan mendapat sambutan luar biasa dari peserta maupun penonton. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua di Kota Pekanbaru, dengan peningkatan signifikan dari segi jumlah peserta dan kualitas penampilan.
Hal itu disampaikan oleh Silvi Liswanda yang hadir didampingi Saputra Kurniawan dan Yuliati Roge Hadiyanti.
Silvi menyebutkan bahwa antusiasme peserta di Pekanbaru sangat tinggi, melanjutkan tren positif sejak tahun sebelumnya. “Inspirasi Diri Pekanbaru ini luar biasa antusiasnya. Tahun lalu kita sudah melihat kreativitas siswa dan mahasiswa yang sangat tinggi, dan tahun ini kembali kita hadirkan karena kegiatan ini mampu menginspirasi banyak pihak,” ujarnya.
Secara nasional, kompetisi ini diikuti oleh sekitar 710 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Khusus di Pekanbaru, terdapat 16 grup ikut dalam kompetisi ini.
Menurut Silvi, kualitas penampilan peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Hal ini terlihat dari kesiapan peserta yang lebih matang, bahkan beberapa di antaranya telah melakukan persiapan hingga enam bulan.
“Kita melihat persiapan tahun ini jauh lebih baik. Bahkan ada peserta yang datang dari jauh, menempuh perjalanan hingga 18 jam hanya untuk mengikuti kompetisi ini,” jelasnya.
Kompetisi ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk menampilkan kekayaan budaya daerah, termasuk Riau. Berbagai unsur seperti kostum, musik, hingga koreografi dinilai mampu menghadirkan identitas lokal yang kuat.
“Kita bisa merasakan keunikan Riau dari kostum, tarian, hingga musiknya. Tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang kuat bagi seluruh pengunjung,” tambahnya.
iForte NDC sendiri telah digelar di 13 kota di Indonesia, di antaranya Yogyakarta, Semarang, Bandung, Makassar, Jember, Batam, hingga Pekanbaru. Bahkan, peserta dari Papua turut ambil bagian melalui penyelenggaraan di Makassar.
Sebagai tahap lanjutan, sebanyak 13 grup dari kategori pelajar dan 13 grup dari kategori mahasiswa akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti babak Grand Final.
Rencananya, Grand Final iForte National Dance Competition akan digelar pada 25 April 2026 di Grand Indonesia, Jakarta, mulai pagi hingga sore hari.
Ajang ini diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi, melestarikan budaya, serta menunjukkan potensi terbaik mereka di tingkat nasional.
Sementara itu untuk Juara dari Tingkat SMA/SMK Dimenangkan oleh SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan meraih juara dalam ajang iForte National Dance Competition (NDC). Kemenangan ini menjadi pencapaian berharga bagi tim, mengingat ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi hingga menembus tahap nasional.
Salah satu perwakilan tim, Bunga Nuraini, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih. Ia menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari doa dan dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillahirobbilalamin, kami berterima kasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, juga kepada guru, orang tua, dan teman-teman yang telah mendukung kami sejak awal proses, mulai dari kurasi online hingga sampai di titik ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang, terutama dalam menghadapi kompetisi di tingkat nasional. Meski mengakui bahwa capaian saat ini sudah luar biasa, tim tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas di masa mendatang.
“Harapan kami bisa tampil lebih baik di nasional. Ini adalah pengalaman perdana, dan bisa sampai ke tahap ini saja sudah menjadi pencapaian besar. Ke depan, jika kami kembali ke nasional, kami akan berusaha meningkatkan performa,” tambahnya.
Untuk persiapan lomba, tim telah berlatih selama kurang lebih enam bulan, dimulai sejak November hingga Februari. Mereka membawakan dua tarian, yaitu tari wajib berjudul Inspirasi Diri serta satu tari kreasi.
Tari Inspirasi Diri mengangkat tema semangat perempuan Melayu masa kini yang mampu menginspirasi sesama. Hal ini juga tercermin dari kostum yang kental dengan nuansa budaya Melayu. Sementara itu, tari kreasi yang ditampilkan menggambarkan ketangguhan masyarakat Melayu Riau dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sekaligus upaya melestarikan budaya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi.
Untuk kategori tingkat Perguruan Tinggi atau Universitas diraih oleh peserta dari ISI Padang Panjang yakni Aua Salilik.
Perwakilan tim, Steffy Amalia Putri, mengungkapkan rasa puas dan syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras dan latihan yang telah dijalani selama beberapa bulan terakhir.
“Perasaan saat ini tentu puas, karena latihan selama ini akhirnya terbayarkan dengan juara satu. Kami juga sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada teman-teman serta pihak institusi yang telah mendukung,” ujarnya.
Steffy menjelaskan bahwa persiapan tim dilakukan dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa tingkat akhir, mereka tetap meluangkan waktu untuk berlatih secara intensif.
“Kami ini mahasiswa akhir, jadi cukup padat dengan kegiatan seperti proposal. Tapi kami tetap menyempatkan latihan, meskipun biasanya hanya satu hingga satu setengah jam. Rasa lelah selama proses itu akhirnya terbayarkan, dan itu yang membuat kami terharu,” tambahnya.
Dalam kompetisi tersebut, tim menampilkan tari kreasi yang terinspirasi dari filosofi Tungku Tigo Sajarangan dalam budaya Minangkabau. Konsep ini menggambarkan tiga pilar utama dalam kehidupan masyarakat Minang yang saling menopang dan menjaga keseimbangan.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan melestarikan nilai-nilai budaya melalui seni pertunjukan, sekaligus mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. ***
