OMC Diintensifkan untuk Tiga Klaster Penanganan Karhutla di Riau
- Rabu, 01 April 2026 - 11:58 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Operasi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau masih terus berlangsung. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama tim gabungan terus mengintensifkan operasi darat serta dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Rabu (1/4), mengatakan operasi pemadaman masih difokuskan di beberapa titik yang terbagi dalam tiga klaster utama.
“Operasi pemadaman kami lanjutkan. OMC juga terus berjalan dan diintensifkan untuk memastikan potensi awan dapat dimaksimalkan, sehingga bisa mendorong turunnya hujan di sejumlah titik kebakaran guna membantu proses pemadaman,” ujar Ferdian, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, tiga klaster penanganan karhutla saat ini meliputi wilayah Rupat Utara, Dumai Kota, dan Pelalawan.
Pada klaster Rupat Utara, tepatnya di Desa Titi Akar dan Teluk Lecah, dikerahkan tiga regu Manggala Agni yang berasal dari Daops Dumai, Sarolangun (Jambi), dan Musi Banyuasin (Sumatera Selatan).
Sementara itu, di klaster Dumai Kota, tim Manggala Agni Daops Dumai tengah melakukan tahap mopping up atau pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi kembali menyala.
Sedangkan di klaster Pelalawan, tepatnya di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, proses mopping up dilakukan oleh satu regu dari Daops Rengat bersama tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan.
Berdasarkan estimasi lapangan menggunakan perangkat GPS, luas lahan terbakar di Desa Titi Akar diperkirakan mencapai sekitar 200 hektare.
Sementara itu, kebakaran di Desa Merbau, Pelalawan, diperkirakan mencapai 700 hektare. Namun, data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut menggunakan citra satelit.
“Estimasi ini masih berdasarkan perhitungan di lapangan. Untuk kepastian luas area terbakar, nantinya akan kami pastikan melalui citra satelit,” jelasnya.
Selain itu, Ferdian menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca terus dilakukan dengan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Satgas Karhutla di daerah.
Sebelumnya, berdasarkan laporan operasi Manggala Agni pada Selasa (31/3/2026), sejumlah titik kebakaran di Riau menunjukkan perkembangan penanganan yang bervariasi.
Di wilayah Kota Dumai, tepatnya di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, dan Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, proses mopping up dilakukan oleh 18 personel Manggala Agni Daops Dumai.
Sementara itu, di Desa Pergam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, kebakaran telah dinyatakan padam dan personel bantuan (BKO) telah ditarik kembali.
Namun, di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, api masih belum sepenuhnya padam. Sebanyak 39 personel gabungan dari Daops Sarolangun, Musi Banyuasin, dan Dumai masih terus berjibaku melakukan pemadaman.
Untuk di Kabupaten Pelalawan, beberapa titik seperti Desa Pulau Muda dan Teluk Dalam telah berhasil dipadamkan atau dalam tahap pendinginan. Sedangkan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, proses mopping up masih terus dilakukan.
Tim gabungan berharap dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat, dapat terus membantu percepatan penanganan karhutla di wilayah Riau.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami berharap upaya ini dapat segera menuntaskan seluruh titik kebakaran yang ada,” pungkas Ferdian. ***
