Kapolda Riau Rela Basah-Basahan Semarakkan Festival 'Perang Air': Rawat Budaya Lokal

  • Rabu, 18 Februari 2026 - 00:08 WIB

KLIKMX.COM, MERANTI - Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, mendadak basah saat tradisi ‘Perang Air’ Cian Cui dimulai, Selasa (17/2/2025) sore kemarin.

Dalam tradisi ini, siapa saja boleh disiram tanpa terkecuali, bahkan pejabat daerah turut larut dalam kemeriahan. Begitu juga halnya, Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum, rela basah-basahan turun langsung mengikutinya guna menyemarakkan Festival 'Perang Air'' tersebut.

Honda Februari 2026

Festival budaya yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sejak 2013 silam, yang dulu diinisiasi oleh Kapolres Kepulauan Meranti pada masanya Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi (dulu masih berpangkat AKBP) tersebut berlangsung meriah tanpa batasan. 


Peserta bebas saling menyiram air sebagai simbol kebersamaan dan sukacita. Tradisi Cian Cui merupakan warisan masyarakat keturunan Tionghoa yang digelar dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577. 

Namun, dalam pelaksanaannya festival ini menjadi perayaan lintas budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai suku dan etnis. Setiap tahun, Festival Perang Air di Kota Selatpanjang menjadi magnet wisata budaya dengan kehadiran ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Warga berkonvoi menggunakan becak motor di sepanjang jalan, sementara sebagian lainnya menunggu di pinggir jalan untuk ikut serta dalam tradisi saling siram.


Peserta saling “menyerang” menggunakan ember maupun pistol air. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar, saat membuka acara menyampaikan bahwa Festival Perang Air telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai agenda pariwisata nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga strategi pemerintah daerah dalam mengangkat tradisi lokal sebagai ikon pariwisata.

“Festival Perang Air ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk mengangkat, memelihara, dan melestarikan tradisi masyarakat agar dikenal lebih luas,” ujar Asmar.

Ia berharap festival ini menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat lintas suku dan agama, khususnya karena perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan.

“Melalui festival ini mari kita jalin kekompakan serta saling menghargai antar suku, etnis, dan budaya demi mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang aman dan damai,” katanya.

Bupati juga mengimbau masyarakat menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan selama pelaksanaan kegiatan, termasuk melaksanakan kerja bakti setelah festival selesai.

Di akhir sambutan, Asmar memberikan kehormatan kepada Kapolda Riau untuk melepas rombongan peserta Festival Perang Air.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa Festival Cian Cui mencerminkan kekuatan tradisi dalam menyatukan masyarakat melalui harmoni kehidupan yang selaras dengan alam dan semangat gotong royong.

Ia menilai pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan, terutama karena wilayah Desa Bokor di Kepulauan Meranti dikelilingi ekosistem mangrove yang menjadi benteng alami kawasan pesisir.

“Menjaga budaya harus berjalan seiring dengan menjaga lingkungan. Karena keduanya merupakan sumber kehidupan dan jati diri masyarakat,” ujar Alumni Akpol 1996 peduli lingkungan dan masyarakat luas ini.

Kapolda juga menggaungkan program Green Policing sebagai komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi ekosistem. Melalui program tersebut, Polda Riau mengajak masyarakat menjadi garda terdepan dalam merawat budaya lokal dan menjaga kelestarian alam.

"Melalui semangat Green Policing, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat budaya lokal, melindungi alam, dan memperkuat kesejahteraan bersama. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," imbuh Jendral Bintang Dua Polisi yang akrab disapa Herimen ini.

Selain menghadiri festival, jajaran Polda Riau juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan.

Di balik kemeriahan dan suksenya festival, tradisi Perang Air Cian Cui menjadi simbol kuat komitmen masyarakat dalam menjaga kedaulatan budaya serta kelestarian alam Meranti untuk generasi mendatang.

Kegiatan ini turut dihadiri dan diikuti sejumlah pejabat utama Polda Riau, di antaranya Kabid Humas Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Dirkrimum Kombes Hasyim Risahondua, Dirpolairud Kombes Apri Fajar Hermanto, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar, Ketua PN Bengkalis, Kajari Kepulauan Meranti, Kalapas, KSOP Selatpanjang, serta jajaran Forkopimda lainnya. ***



Baca Juga