Gevino, Pembalap Bocil Asal Riau Raih Juara 1 Push Bike Tingkat Sumatra di Payakumbuh
- Selasa, 06 Januari 2026 - 07:50 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
Gevino naik di podium sembari mengangkat trofhy juara 1. Di bawah Gevino bersama kedua orang tuanya, yakni Ahmad Vili Nasution dan Endah Fela Agusti.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Meski baru berlatih lebih kurang tiga bulan, tapi tak membuat Gevino Arkana Nasution gentar menghadapi lawan-lawannya.
Berkat kecekatannya, pembalap bocah cilik (Bocil) berusia empat tahun asal Provinsi Riau itu, berhasil meraih juara 1 Lintas Biru Pusbike Competition 2026 kelas kelahiran 2021 Boy Amatir Tingkat Sumatra yang ditaja Pemerintah Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Event olahraga balap sepeda tanpa pedal tersebut, diikutinya pada Sabtu (3/1/2026) lalu dengan 56 peserta anak-anak seusianya dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatra. Hasilnya, dengan turun tiga kali race yang ditetapkan panitia, yakni per race delapan grid (orang), Gevino akhirnya memperoleh Trophy juara 1 Wali Kota Payakumbuh Dr dr Zulmaeta SPOG-KFM.
Dengan ketangkasannya juga, anak pasangan dari Ahmad Vili Nusution dan Endah Fela Agusti, beralamat tinggal di Perumahan Kartama Raya Jalan Melati Blok A, RT 03, RW 03, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru itu, pada November 2025 lalu juga menyabet juara di event bergengsi yang sama di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Orang tua sekaligus pelatih Gevino, Ahmad Vili Nusution, mengatakan Gevino mulai latihan pada awal September 2025. ''Saya bersama ibunya Endah Fela Agusti, membawa Gevino latihan seminggu tiga kali di halaman Gelagang Remaja Pekanbaru,'' ungkap pembalap Nasional yang kerab disapa Vili itu, kepada Klikmx.com, Senin (5/1/2026) malam.
Ia menjelaskan, latihan yang dilakukan mulai dari fisik, seperti lari dan lompat-lompat serta senam kebugaran. Lalu, melatih ketangkasan seperti belokan atau tikungan yang dirancang dengan kun-kun telah disiapkan sendiri.
''Alhamdulillah, berkat latihan dan diiringi doa keluarga dan kerabat, ananda kami Gevino berhasil meraih juara 1,'' ujar Vili dengan ramah.
Sejujurnya, kata Vili, ia bersama ibunya mengikuti Gevino dalam kejuaraan olahraga Push Bike bukan mencari hadiah ataupun namanya. Tapi tidak lebih untuk mengajar Gevino agar tertanam sikap disiplin dan tanggung jawab.
''Karena olahraga ini, selain fisik dan skil juga melatih disiplin, keseimbangan, kesabaran, kecerdasan otak, meningkatkan kepercayaan diri, dan fokus dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Alhamdulillah, kemenangan yang diraih anak kami ini adalah bonus dari Allah SWT atas usaha dan doa yang dilakukan,'' ucap Vili.
Dengan kemenangan ini, lanjutnya, menjadi pelecut maupun motivasi untuk terus melakukan pembinaan kepada ananda Gevino. Tentunya, tetap secara konsisten melatih mental dan sikap serta skil kepada Gevino lebih serius lagi.
''Jaga mood (suasana hati) anak kami Gevino juga menjadi perhatian,'' pungkasnya.
Untuk diketahui, orang tua Gevino, Ahmad Vili Nusution ini merupakan atlet balap motor profesional tingkat Nasional. Saat ini, ayah satu anak asal Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu itu, masih menjalani kontrak sebagai pembalap memperkuat Club Capella Honda Pekanbaru.
Sedangkan sang kakek bernama Supeno asal Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dulunya juga seorang atlet olahraga otomotif hal serupa. Jadi tak salah, pepatah yang mengatakan buah jatuh tak jauh dari batangnya itu terjawab sudah.
Sang kakek dulu pernah sebagai pembalap dan ayah masih jadi atlet olahraga otomotif jenis sepeda motor, tampaknya kini menular kepada Gevino. Semoga saja sang bocah gesit itu, kelak terus mengharumkan nama daerah dan bahkan bangsa di tingkat dunia. ***
