LAMR Meranti Buka Ruang bagi Pelajar Hidupkan Kembali Senandung Melayu

  • Senin, 21 September 2026 - 00:08 WIB

KLIKMX.COM, SELATPANJANG - Upaya menjaga keberlangsungan seni Melayu mulai diarahkan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti kepada kalangan generasi muda. Salah satunya melalui Festival Senandung Melayu yang digelar di Balai Adat LAMR, Jalan Dorak, Selatpanjang, Ahad (20/9/2026).

Festival tahun ini diikuti 22 pelajar dari 11 SMA/MA sederajat yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari jumlah tersebut, 12 peserta merupakan perempuan dan 10 lainnya laki-laki.

Honda Juni 4

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang menyasar peserta berusia 50 tahun ke atas, festival kali ini memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni suara Melayu.


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, mengatakan perubahan sasaran peserta tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan kesenian Melayu.

“Tahun ini kita memberikan ruang kepada generasi muda pencinta budaya dan seni Melayu untuk terus berkreasi dalam lagu,” kata Afrizal.

Ia mengatakan, festival bukan hanya tentang memperoleh juara. Menurutnya, pengalaman tampil di hadapan publik dapat menjadi modal bagi peserta untuk terus mengasah kemampuan dan mengikuti berbagai kegiatan seni di masa mendatang.


“Masih banyak kesempatan dan panggung seni yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Afrizal juga mengingatkan bahwa lagu Melayu merupakan bagian dari identitas masyarakat Melayu yang perlu dijaga keberadaannya. Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk terus berkarya dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan meski belum memperoleh hasil terbaik dalam festival.

“Anak-anak generasi muda pencinta budaya Melayu, pencinta seni Melayu, tetap berkreasi dalam lagu. Menjadi peserta terbaik di sini, tampilkanlah dengan suara-suara emasmu,” pesannya.

 Pemkab Dorong Budaya Melayu Tetap Hidup

Festival tersebut dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim.

Dalam sambutannya, Atan menyampaikan apresiasi kepada LAMR, panitia, sekolah, seniman, budayawan, serta berbagai pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

Ia menilai keberadaan Festival Senandung Melayu memiliki arti lebih luas daripada sekadar kompetisi seni. Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu sarana untuk menjaga identitas budaya Melayu sekaligus memperkenalkan warisan tersebut kepada generasi penerus.

“Senandung Melayu bukan sekadar seni suara. Ia adalah warisan identitas, cerminan nilai kehidupan masyarakat Melayu. Karena itu, melestarikannya bukan hanya tugas para seniman dan lembaga adat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Atan.

Menurutnya, kemajuan zaman tidak semestinya membuat generasi muda kehilangan hubungan dengan akar budayanya. Anak-anak muda Kepulauan Meranti diharapkan tetap mengenal dan bangga terhadap identitas Melayu.

Atan juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian adat dan budaya daerah.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya daerah. Kita ingin budaya Melayu tidak hanya dikenang, tetapi tetap hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.

Kepada para peserta, ia berpesan agar festival dijadikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas silaturahmi dengan sesama pencinta seni Melayu.

“Jika budaya kita jaga, jati diri akan tetap terpelihara. Jika warisan kita teruskan, Melayu akan tetap hidup sepanjang masa,” ujarnya.

Taufik Dorong Generasi Muda Manfaatkan Teknologi

Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Drs H Taufik Ikram Jamil MHum, menilai Kepulauan Meranti memiliki posisi penting dalam perjalanan seni suara Melayu.

Ia menyebut wilayah yang kini menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki sejarah dan sejumlah karya serta seniman yang turut memberi warna terhadap perkembangan seni Melayu.

Menurut Taufik, kekayaan sejarah tersebut dapat menjadi pijakan bagi generasi muda untuk menciptakan karya baru. Perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas kreativitas tanpa meninggalkan akar budaya.

“Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, tidak mustahil anak-anak kita bisa menguasai lebih kuat dengan pemahaman kepada Melayu ini,” katanya.

Taufik turut menyoroti kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, teknologi tersebut dapat digunakan sebagai sarana pendukung dalam berkarya, bergantung pada bagaimana manusia memanfaatkannya.

“Jangan kita menganggap AI itu masalah. AI itu tergantung kepada kita, dia tergantung pada perintah kita. Salah perintah, salah dia,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan mengenang masa lalu. Menurutnya, nilai budaya harus dapat dikembangkan menjadi inspirasi untuk menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kita mengolah bukan untuk bernostalgia, tapi mengolah untuk maju ke depan. Dan sesungguhnya apa yang kita lakukan yang bersumber dari akar akan mencapai kepada puncaknya,” kata Taufik.

Festival Senandung Melayu tersebut turut dihadiri kepala sekolah dan guru pendamping, para ketua LAMR kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti, panitia, peserta, serta pendukung dari masing-masing sekolah.

Kegiatan ini mempertemukan pelajar, lembaga adat, pemerintah, sekolah, seniman, dan budayawan dalam satu ruang untuk mendorong keberlanjutan seni Melayu di Kepulauan Meranti. ***



Baca Juga

--ads--