Rp122 Miliar Disetujui untuk Penataan Gelanggang Pacu Jalur Teluk Kuantan

  • Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:33 WIB

KLIKMX.COM, TELUKKUANTAN - Wajah Tepian Narosa, ikon Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tak lama lagi diproyeksikan berubah.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI telah menyetujui usulan penataan kawasan Tepian Narosa dengan anggaran mencapai Rp122 miliar.

Honda Juni 4

Namun, kucuran anggaran tersebut belum bisa langsung diwujudkan. Ada satu persoalan mendasar yang masih mengganjal, yakni status Tepian Narosa yang belum ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).


Plt Bupati Kuansing Muklisin mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya mendorong penataan Tepian Narosa agar kawasan yang selama ini menjadi jantung Festival Pacu Jalur itu tidak hanya ramai ketika perlombaan digelar.

Menurutnya, konsep penataan yang disiapkan pemerintah adalah Waterfront City, yang akan mengintegrasikan kawasan tepian sungai dengan ruang publik dan destinasi wisata.

"Tepian Narosa tak lama lagi akan berubah. Kementerian PU sudah menyetujui usulan pembangunan kawasan Tepian Narosa dengan anggaran Rp122 miliar," kata Muklisin saat membuka Festival Pacu Jalur, Rabu (19/8/2026).


Namun, Muklisin menyebut realisasi pembangunan masih terbentur status kawasan.

"Kendalanya sekarang Tepian Narosa belum ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Karena itu, kita berharap Gubernur Riau dan DPRD Riau ikut mengawal usulan ini ke Kementerian Pariwisata," ujarnya.

Muklisin menilai penetapan KSPN menjadi pintu penting agar rencana besar penataan Tepian Narosa dapat segera bergerak dari meja perencanaan menuju pembangunan fisik.

Ia ingin kawasan tersebut tidak berhenti sebagai lokasi perlombaan tahunan.

Lebih jauh, Tepian Narosa diharapkan menjadi wajah pariwisata Kuansing sekaligus salah satu ikon Provinsi Riau.

"Konsepnya Waterfront City. Jadi Festival Pacu Jalur tidak hanya menampilkan perlombaan saja, tetapi kawasan ini nantinya bisa menjadi kawasan ikonik Riau," tegas Muklisin.

Jika terealisasi, penataan tersebut berpotensi mengubah wajah Tepian Narosa secara signifikan.

Dengan demikian kata Muklisin, Festival Pacu Jalur bukan lagi sekadar pesta tradisi yang berlangsung beberapa hari dalam setahun, tetapi memiliki ruang wisata yang dapat hidup sepanjang tahun.

Katanya, tepian Sungai Kuantan yang selama ini menjadi arena berpacu ratusan jalur akan diarahkan menjadi kawasan publik dan wisata yang lebih tertata.

"Bagi Kuansing, rencana Rp122 miliar itu bukan sekadar proyek infrastruktur. Di baliknya ada upaya melestarikan tradisi menjadi kekuatan pariwisata di Indonesia," ujarnya.(***) 



Baca Juga

--ads--