Personel Polres Pelalawan dan Brimob Berjibaku Padamkan Api di Tengah Kepungan Asap

  • Jumat, 11 September 2026 - 11:43 WIB

KLIKMX.COM, PELALAWAN - Personel gabungan dari Polres Pelalawan dan Brimob Polda Riau, terus berjibaku memadamkan api di tengah kepungan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Upaya pemadaman itu dilakukan mulai dari terbit matahari hingga di tengah kegelapan malam, di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Kamis (10/9/2026).

Honda Juni 4

Tim gabungan bukan hanya menyemprotkan air yang dicampur cairan X-Fire ke titik api, tapi juga harus membongkar bagian lahan yang terbakar untuk memastikan bara tidak kembali menyala.


Satu per satu bongkahan kayu dan material yang sebagian telah menghitam jadi arang di dalam hamparan lahan gambut dipisahkan. Langkah ini dilakukan untuk membuka titik-titik bara yang tersembunyi sekaligus memudahkan proses pembasahan hingga ke bagian dalam.

Dengan peralatan seadanya dan di tengah medan yang tidak mudah, personel bekerja secara bergantian, dari siang hari hingga malam terus berjibaku mengatasi pemadaman secara total di lokasi bekas karhutla tersebut.

"Air diarahkan ke gambut yang mengeluarkan asap, sementara bagian kayu yang masih menyimpan bara disingkirkan dari lokasi pemadaman," ungkap Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK di lokasi kebakaran.


Potret tersebut memperlihatkan bagaimana penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Walau harus personel Polri berjibaku hingga mata hari terbenam, dan gelap tiba harus mengunakan lampu penerangan seadanya.

Api yang tampak kecil di permukaan belum tentu benar-benar padam, sebab bara dapat bertahan di balik lapisan gambut dan bongkahan kayu. Jika dibiarkan akan kembali menimbulkan karhutla.

Pola pemisahan kayu dari lahan gambut ini merujuk arahan yang disampaikan Aslog (Asisten Logistik) Kapolri, Irjen Pol Suwondo Nainggolan saat kunjungan bersama Kapolda Riau Irjen Dr H Herry Heryawan SIK MH MHum, kemarin.

Di bawah terik matahari hingga gelap malam, perjuangan terus dilakukan. Setiap bara yang berhasil dipadamkan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga Pelalawan dari ancaman karhutla dan memastikan lingkungan kembali aman.

Setelah memastikan lahan seluas 3,4 hektare gambut milik warga yang telah ditanami sawit, tidak lagi asap mengepul. Barulah personel Polres Pelalawan dan Brimob beranjak meninggalkan lokasi.

"Lokasi yang tidak mudah membuat proses pemadaman membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Setiap bongkahan kayu-kayu dipisahkan dari gambut, api di permukaan harus dipastikan benar-benar padam, sementara titik panas di dalam lahan terus dipantau agar tidak kembali menyala. Suntik gambut juga dilakukan dengan perlengkapan yang ada," kata Karoops Polda Riau, Kombes Pol E Sitanggang didampingi Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Wibawa kepada wartawan di lokasi.

Malam itu, lelah seolah menjadi urusan kesekian. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi alasan para petugas tetap bertahan di lapangan sampai malam.

Di Pelalawan, perjuangan melawan karhutla bukan sekadar memadamkan api. Di balik setiap siraman air dan kepulan asap yang perlahan menipis, ada ikhtiar untuk menjaga udara tetap bersih, melindungi permukiman, serta mencegah hutan dan lahan dari api.

Ketika malam menjadi gelap, perjuangan justru belum padam. Bara diburu, api dijinakkan, dan harapan untuk Pelalawan bebas dari karhutla terus dijaga.

"Sampai pukul 19.00 WIB, asap mulai tipis di lokasi, kita selalu ingatkan personel tetap berhati-hati, koordinasi untuk melakukan pemadaman sesuai arahan pimpinan," pungkas Karoops. ***



Baca Juga

--ads--