Polri-TNI dan Petugas terkait Padamkan Karhutla Lima Hektare di Rupat, Penyebab Diselidiki

  • Jumat, 05 Juni 2026 - 00:16 WIB

KLIKMX.COM, BENGKALIS - Personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan petugas dari instansi terkait berjibaku memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Proses pemadaman itu dilakukan di koridor hutan akasia liar sepadan PT SRL dan PT Priatama, Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada Kamis (4/6/2026) kemarin.

Honda Juni 2 2026

Dengan semangat untuk kepentingan masyarakat banyak dari bahaya yang ditimbulkan dari karhutla, Kapolsek Rupat AKP Faisal SH bersama personelnya dan anggota TNI yang bertugas di wilayah Rupat turun langsung ke lokasi berupaya memadamkan api karhutla di kawasan tersebut.


Dengan diikuti juga oleh Kepala Balai Pengendalian Karhutla wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto. Dengan mengerahkan kekuatan di antaranya Anggota Polsek Rupat sebanyak enam personel, Koramil 04/Rupat lima personel dan BPBD Kecamatan Rupat tujuh orang.

Kemudian, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Tanjung Kapal empat orang, perwakilan PT Priatama 15 orang, PT SRL 30 orang, masyarakat setempat 40 orang,
Manggala Agni 10 orang dan Regu pemadam PT MMJ tiga orang.

''Kita secara bersama-sama melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan koridor hutan akasia liar sepadan PT SRL dan PT Priatama yang berada di kawasan 
Kel Tanjung Kapal. Luas lahan terbakar lebih kurang lima hektare,'' kata Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MH melalui Kapolsek Rupat AKP Faisal SH kepada Klikmx.com, kemarin malam.


Kapolsek Rupat menjelaskan kondisi lahan yang terbakar merupakan semak belukar, akasia dan karet. Dengan jenis tanah gambut.

''Angin kencang berubah arah dan cuaca panas, sedikit membuat kendala dalam memadamkan api. Namun berkat semangat kebersamaan menjaga kebakaran tidak meluas dan semata-mata untuk kepentingan masyarakat luas, api berhasil dipadamkan,'' kata AKP Faisal lagi.

Untuk penyebab kebakaran, kata Kapolsek, masih dalam penyelidikan. Untuk  penyelidikan penyebab kebakaran, lanjutnya, nanti akan diselidiki oleh tim Satreskrim Polres Bengkalis.

''Peralatan yang digunakan untuk pemadaman, yakni dua unit helikopter waterboombing BPBD, empat unit mesin 
tohatsu dan empat unit mesin ministrike selang 20 rol milik perusahaan. Lalu, empat unit mesin maxtree, dua unit mesin mini strike Manggala Agni serta satu unit alat berat excavator milik PT Priatama,'' terang mantan Kapolsek Bengkalis itu.

Ia menambahkan situasi terakhir lahan terbakar sebagian sudah padam, namun masih mengeluarkan asap dan masih dilakukan pendinginan. Untuk itu, telah dilakukan upaya pemadaman dengan waterboombing dari BNPB Provinsi Riau.

''Kita tetap melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder, pihak desa dan instansi terkait utk upaya mitigasi pemadaman dan pendinginan,'' pungkasnya. ***



Baca Juga

--ads--