Tenggelam di Sungai Kampar, Jasad Pelajar Ditemukan Pengelola Keramba Ikan
- Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:58 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Pihak keluarga dan kerabat terlihat tak kuasa menahan tangis saat almarhum sampai di rumah duka.
KLIKMX.COM, KUOK - Pencarian terhadap Rahmadani, pelajar berusia 13 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar, persisnya di kawasan Kecamatan Kuok, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam (15/5/2026).
Korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada koordinat 0°20'12"N 100°57'38"E atau sekitar 3,5 kilometer dari lokasi kejadian awal. Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kuok untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB oleh warga saat memberikan makan di kerambah ikan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi kepada Klikmx.com, Sabtu (16/5/2026).
Kronologis korban tenggelam terjadi pada Kamis (14/5/2026). Saat itu, Rahmadani mandi bersama sekitar 15 temannya di Sungai Kampar. Namun, setelah sebagian besar teman-temannya selesai mandi dan hendak pulang, korban bersama dua anak lainnya masih berada di sungai.
“Saat teman-temannya selesai mandi dan hendak pulang, korban terlihat masih di sungai dan tak lama kemudian hanyut serta tenggelam,” kata Budi.
Informasi kejadian itu kemudian dilaporkan ke Kantor SAR. Tim SAR langsung melakukan pencarian pada hari pertama, namun korban belum berhasil ditemukan.
Pada Jumat (15/5/2026), pencarian kembali dilanjutkan dengan penyisiran di sisi kanan dan kiri sungai ke arah hilir sejauh kurang lebih 3 kilometer. Tim SAR juga melakukan penyelaman pada sejumlah titik yang dicurigai.
Hingga pukul 17.45 WIB, hasil pencarian masih nihil dan operasi sementara dihentikan pada pukul 18.00 WIB. Sekitar pukul 23.00 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari warga (pengelola) yang sedang memberi makan ikan di keramba dan melihat sesosok jenazah mengapung di sekitar lokasi.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0°20'12"N 100°57'38"E atau sekitar 3,5 kilometer dari lokasi kejadian awal,” pungkas Budi. ***
