Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, HMI Serukan Muhasabah Kultural dan Struktural

  • Jumat, 27 Februari 2026 - 15:00 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Pasca peristiwa pembacokan yang menimpa seorang mahasiswi di lingkungan UIN Suska Riau, berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. 

Kejadian ini tidak hanya meninggalkan luka secara fisik dan psikis bagi korban, tetapi juga mengguncang rasa aman di ruang-ruang akademik.

Honda Februari 2026

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru turut angkat suara. Melalui pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan dan harus diproses secara hukum dengan adil dan transparan. 


Formateur HMI Cabang Pekanbaru, Diki Maulana, menyampaikan kecaman keras terhadap pelaku dan mendorong aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini secara profesional. 

“Kami mengutuk segala bentuk kekerasan, termasuk insiden yang tidak bermoral tersebut. Penegakan hukum harus berjalan seadil-adilnya tanpa pandang bulu, agar keadilan benar-benar dirasakan,'' ungkap Diki Maulana, Jumat (27/2/2026).

Pihaknya juga mendoakan semoga korban senantiasa diberi kekuatan, ketabahan, serta kesembuhan yang sempurna. ''Semoga Allah SWT mengangkat segala rasa sakitnya, memulihkan kondisi fisik dan psikisnya, serta melimpahkan perlindungan dan kasih sayang-Nya.
Kepada keluarga korban, kami menyampaikan simpati yang tulus. Semoga diberikan kesabaran, keteguhan hati, dan keyakinan bahwa setiap ujian mengandung hikmah yang akan menguatkan di kemudian hari,'' ungkap Diki Maulana lagi.


Ia menyerukan momentum ini hendaknya menjadi ruang muhasabah kultural dan struktural. Secara kultural, seluruh elemen kampus diajak untuk memperkuat nilai-nilai dialog, persaudaraan, dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan. 

Kampus sebagai rumah intelektual harus terus dirawat sebagai ruang yang aman, inklusif, dan beradab. Sementara secara struktural, penting adanya evaluasi dan penguatan sistem keamanan serta mekanisme pencegahan agar lingkungan pendidikan semakin responsif dan protektif terhadap seluruh civitas akademika. 

Upaya kolektif ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama demi kebaikan bersama, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

HMI Cabang Pekanbaru berharap peristiwa ini menjadi titik refleksi untuk mempererat solidaritas dan memperkuat komitmen menjaga kedamaian dan kemanusiaan. Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif kampus dapat tetap menjadi ruang tumbuhnya ilmu, akhlak, dan peradaban yang membawa rahmat bagi semua. 

HMI Cabang Pekanbaru juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan dan keamanan mahasiswa. Mereka berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan bersama, agar kampus tetap menjadi ruang peradaban yang menjunjung tinggi nilai ilmu, keadilan, dan kemanusiaan. ***

 



Baca Juga