Komit Ciptakan Lingkungan Hijau
Pemko Pekanbaru Tanam Jagung Pipil di 11 Hektar Lahan Tidur
- Selasa, 22 April 2025 - 11:27 WIB
- Reporter : Ridho Fernandes
- Redaktur : Raja Mirza

KLIKMX.COM, PEKANBARU -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menanam sebanyak 15.000 batang pohon di kawasan Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Senin (21/4/2025).
Penanaman pohon ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman bibit jagung pipil dalam rangka pelestarian lingkungan, dan swasembada pangan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid, dan Kapolda Riau Iren Pol Herry Heryawan beserta jajaran melakukan penanaman secara simbolis.
Agung mengatakan, kegiatan ini dilakukan di lahan seluas 11 hektare dari total 45 hektare yang sebelumnya belum termanfaatkan. Adapun jenis pohon yang ditanam adalah jagung pipil.
Hal ini sebagai bagian dari upaya memproduktifkan lahan tidur. Agar, lahan tidur ini menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.
"Lahan ini sebelumnya tidak dimanfaatkan. Daripada dibiarkan, kami ubah menjadi lahan pertanian produktif yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani yang akan mengelolanya," kata Agung.
Secara keseluruhan, Pemko Pekanbaru memiliki lebih dari 300 hektare lahan di kawasan Tenayan Raya. Melalui program ini, Agung berharap ketahanan pangan dapat terwujud melalui swasembada pangan. Sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa.
"Kami harus mampu memproduksi apa yang kita konsumsi dan mengonsumsi apa yang kita produksi. Dengan demikian, ekonomi akan berputar. Selain lebih sehat, ini juga memperkuat kemandirian kita sebagai bangsa," terangnya.
Agung juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Riau, Kapolda Riau, seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para undangan yang hadir agar mendukung program nasional Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian pangan. Ucapan khusus juga disampaikan kepada PT Surya Intisari Raya (SIR) yang turut berkontribusi melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
PT SIR mendukung mulai dari pembukaan lahan, penyediaan bibit, hingga perawatan tanaman. Nantinya, hasip pertanian ini akan diserahkan kepada kelompok tani untuk dikelola secara mandiri.
"Hasil dari pertanian ini akan menjadi milik kelompok tani. Keuntungan dari hasil panen akan diputar kembali untuk menghidupkan roda ekonomi kelompok tersebut. Ini tentu akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," jelas Agung.
Pemko Pekanbaru juga menggandeng Bank Riau Kepri Syariah dalam menyalurkan kredit usaha produktif kepada petani. Selain itu, iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan di sektor pertanian telah dibayarkan oleh pemko sebagai bentuk perlindungan sosial.
Agung juga menyampaikan harapannya agar program ini menginspirasi generasi muda, khususnya generasi Z. Supaya, generasi Z tertarik terjun ke dunia pertanian yang menjanjikan.
"Kami ingin pertanian menjadi sektor yang menarik dan menjanjikan. Petani harus sejahtera agar anak-anak muda kita terpacu untuk ikut terlibat," ujarnya.
Selain penanaman jagung, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan gerakan penghijauan yang melibatkan ASN, guru, dan tenaga harian lepas (THL). ASN dan THL diajak menanam pohon di lingkungan tempat tinggal, tempat bermain, dan tempat kerja sebagai upaya menjaga paru-paru dunia dan mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.
"Semoga langkah kita hari ini menjadi amal kebaikan dan memberi manfaat nyata untuk Kota Pekanbaru ke depan," paparnya.
Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan, penanaman jagung pipil dipilih karena bisa menjadi bahan pokok seperti untuk pakan ternak dan bisa menjadi bahan baku makanan.
"Kalau kita swasembada ini, InsyaAllah bahan pangan kita tersedia dengan baik. Kemudian penanaman pohon, untuk menjaga alam, kita kembalikan fungsi-fungsi lahan supaya lahan terjaga. Supaya tidak banjir, dan tidak terjadi karhutla," ucapnya.
Ia memastikan, komunikasi akan terus dijalin dengan Forkopimda Kabupaten/Kota dalam rangka mengajak masyarakat untuk ikut dalam swasembada pangan ini.
Sementara itu Kapolda Riau, Irjen Pol Herry menyebut dari penanaman pohon ini akan dirasakan manfaatnya dalam lima tahun mendatang terhadap lingkungan masyarakat.
"Saat ini tunas-tunas pohon ini tidak akan tumbuh satu dua tahun, tapi 5 tahun kedepan akan ada hasilnya. Ini semacam semangat dalam kecintaan kita terhadap lingkungan, kami memberikan edukasi kepada masyarakat," pungkasnya. ***