Memaknai Sungai Batang Kuantan sebagai “Ibu'

Kapolda Riau Buka Pelatihan Dubalang Penjaga Ekologis dan Penyeimbang Alam di Kuansing

  • Kamis, 20 November 2025 - 10:30 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum membuka orientasi dan pelatihan Dubalang Batang Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Kamis.(20/11/2025). 

Pelatihan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan peran Dubalang sebagai penjaga adat sekaligus penjaga ekologis dan penyeimbang alam.

Honda Februari 2026

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Kuansing H Suhardiman Amby, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihant, Direktur Polairud Polda Riau Kombes Tri Setyadi, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, akademisi Prof Robertus Robet, Panglima Dubalang Datuk Tomy, serta ratusan Dubalang Batang Kuantan.


Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kegiatan ini menandai lahirnya generasi baru Dubalang yang dipersiapkan sebagai penjaga peradaban lingkungan, sekaligus pelindung Sungai Batang Kuantan dan nadi ekologi Provinsi Riau.

“Hari ini kita membuat sejarah baru. Dalam era modern ini, masih ada pihak yang tulus menjaga budaya dan alam di Kuantan Singingi,” ujar Kapolda, alumni Akpol 1996 itu.

Kapolda Riau memaknai Sungai Batang Kuantan sebagai “ibu” yang menghidupi masyarakat sepanjang alirannya, dari petani, nelayan, hingga anak-anak yang tumbuh dalam tradisi Pacu Jalur. 


Namun ia mengingatkan bahwa ketika sungai kehilangan keseimbangan, masyarakat pun kehilangan kekuatannya. “Kerusakan ekologis tidak datang tiba-tiba. Ia lahir dari perilaku kecil yang diulang-ulang hingga merusak ekosistem,” tegasnya. 

“Ketika ekosistem rapuh, bencana tidak lagi menjadi cerita lain. Ia menjadi tamu yang semakin sering datang ke rumah kita sendiri,” sambung Kapolda.

Melihat tantangan kerusakan ekologis di Riau, Irjen Herry memperkenalkan konsep Green Policing, sebuah paradigma keamanan yang berbasis keberlanjutan. Menurutnya, keamanan tidak hanya menyangkut kejahatan jalanan, tetapi juga kejahatan ekologis seperti polusi air, PETI, perusakan hutan, dan karhutla.

“Ketika lingkungan runtuh, hidup masyarakat ikut runtuh. Karena itu, Polri menjadikan pelestarian lingkungan sebagai inti dari tugas pemeliharaan kamtibmas,” kata Kapolda.

Ia menjelaskan Green Policing akan dijalankan melalui tiga jalur utama, pertama upaya represif yakni penegakan hukum terhadap PETI dan karhutla.

Keduanya, upaya Preventif yakni edukasi, penyadaran publik, dan kampanye Green Policing, serta ketiga upaya Restoratif yakni rehabilitasi ekosistem, penanaman pohon, pemulihan sungai, dan dialog sosial menyentuh akar persoalan.

Irjen Herry juga mengapresiasi Dubalang sebagai sosok tradisional yang sejak dahulu menjadi penjaga adat dan martabat nagari. Melalui pelatihan ini, Dubalang resmi memasuki peran baru sebagai penjaga ekologi dan keberlanjutan alam.

“Dubalang hari ini bukan hanya menjaga keamanan kampung, tetapi menjaga keberlanjutan sungai agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini adalah keberanian menjaga sesuatu yang tidak bersuara,” katanya.

Kapolda juga membandingkan Dubalang dengan prinsip Bushido para Samurai Jepang, sama-sama menjadi penjaga nilai dan kehormatan. Bedanya, Dubalang kini tak hanya menjaga manusia dan adat, tetapi juga melindungi alam dari ancaman ekologis yang menggerus masa depan nagari.

“Mari kita jadikan Dubalang Batang Kuantan simbol harapan baru bagi Riau. Mari kita buktikan bahwa generasi hari ini dapat mengubah sejarah,” pungkas Kapolda. ***

 



Baca Juga