- Beranda
- RIAUSTORIA
- Kabar Kemunculan Harimau di Pasir Putih, Ini Kata BBKSDA Riau
Kabar Kemunculan Harimau di Pasir Putih, Ini Kata BBKSDA Riau
- Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:02 WIB
- Reporter : Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Pegawai BBKSDA Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa/kelurahan, RT/RW, serta masyarakat setempat saat mengecek ke lokasi.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan informasi dan foto yang beredar di media sosial serta WhatsApp terkait dugaan kemunculan Harimau Sumatera di wilayah Pasir Putih, Kabupaten Kampar, merupakan hoaks.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah tim melakukan penelusuran dan pemeriksaan langsung di lokasi pada 11–12 Agustus 2026.
Pemeriksaan dilakukan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa/kelurahan, RT/RW, serta masyarakat setempat.
“Tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi. Begitu juga kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang mengindikasikan keberadaan harimau,” kata Ujang, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, foto yang beredar diketahui berasal dari sebuah pesan yang kemudian diteruskan ke sejumlah grup WhatsApp warga hingga menjadi viral.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, koordinasi dengan unsur terkait, serta analisis terhadap foto tersebut, BBKSDA Riau menyatakan kabar mengenai kemunculan Harimau Sumatera di Pasir Putih sebagaimana yang beredar adalah tidak benar.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau tidak panik dan tetap waspada saat beraktivitas. Jika menemukan jejak atau tanda keberadaan satwa liar, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri.
Temuan dapat didokumentasikan dengan jelas, dan apabila aman dilakukan, disertai pengukuran jejak sebagai pembanding ukuran serta titik koordinat lokasi.
Informasi tersebut selanjutnya dapat dilaporkan kepada BBKSDA Riau agar petugas dapat melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah mitigasi apabila ditemukan potensi konflik satwa liar.
“Masyarakat diharapkan bijak menerima dan menyebarkan informasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto maupun informasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya. ***
