Sumardany Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Perum Kartama Raya: Sosmas Lansia hingga Jalan
- Jumat, 31 Juli 2026 - 11:40 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau, HM Sumardany Zirnata ST MSc, duduk bersama dengan warga RW 03, Perumahan Kartama Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, di sela-sela menggelar reses, Jumat (31/7/2026).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Ratusan warga Perumahan Kartama Raya dan sekitarnya antusias mengikuti agenda reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, HM Sumardany Zirnata ST MSc, Jumat (31/7/2026). Hal itu tidak terlepas sikap ramah dan tidak kakunya Sumardany dalam mendekati masyarakat yang hadir guna menjemput aspirasi warga tersebut.
Kegiatan yang diawali dengan doa dan pandu oleh Ustadz Ridho Prastio ini digelar di Jalan Melati Blok A, RT 03, RW 03, Perumahan Kartama Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua RW 03 Ahmad Sukrani, Ketua RT 03 Rahmad Hartono dan Tokoh Masyarakat Armazi Yendra.
Di sela-sela kegiatan menjemput aspirasi masyarakat itu, Ketua RW 03 Ahmad Sukrani, menyampaikan ucapan terima kasih karena wilayahnya telah didatangi tamu terhormat, yakni Anggota DPRD Riau HM Sumardany Zirnata ST MSc.
''Terima kasih banyak ya Pak Dewan Sumardany, telah memilih wilayah RW 03 Perumahan Kartama Raya dijadikan lokasi reses bapak. Kami sangat berharap segala aspirasi yang nanti disampaikan oleh warga, mohon diakomodir dan diperjuangkan,'' ungkap Ketua RW dengan penuh harapan mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, HM Sumardany yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan tidak melakoninya dengan secara menoton. Dengan kepiawaianya, Sumardany lalu menghampiri warga yang didominasi kaum ibu-ibu itu dengan memaparkan tugas pokoknya sebagai Anggota DPRD Riau, salah satunya ia dan beberapa teman sejawatnya berada di Komisi I bergerak di bidang Pemerintahan dan Hukum.
Suasana keakraban dan kedekatan antara Sumardany warga pun cair, setelah Sumardany menyerukan kepada warga untuk menyampaikan segala unek-unek atau pun aspirasi untuk didengarkannya secara langsung. Karena baginya, aspirasi yang disampaikan oleh warga adalah sangat penting.
''Karena dari aspirasi bapak-ibuk serta saudara-saudari lah, kami catat dan nantinya dijadikan bahan untuk diperjuangkan agar direalisasikan,'' ucap Anggota DPRD Riau dari Fraksi Partai Demokrat itu.
Mendapatkan seruan tersebut, salah seorang warga meminta agar pemerintah memperhatikan nasib anak berkebutuhan khusus (ABK) atau disabilitas yang telah berusia dewasa. Karena setelah dewasa, ABK tidak lagi mendapatkan bimbingan yang disupport oleh pemerintah.
Selain itu juga mengusulkan agar pemerintah memberikan bimbingan kepada warga lanjut usia (Lansia), berupa pelatihan sehingga tetap dapat produktif memberikan penghasilan tambahan untuk kebetuhan keluarga.
Kemudian juga mengusulkan agar memberikan ruang kepada ibu-ibu yang masih usia produktif untuk bisa membantu perekonomian keluarga. Meski tidak bekerja di luar rumah, tapi dapat menyokong menambahkan penghasilan untuk kebetuhan keluarga.
Lalu, ada juga yang mengusulkan berdirinya Rumah Tahfidz di Perumahan Kartama Raya. Karena selain beribadah dan akan terlahirnya generasi Hafidz Quran, juga dapat menangkal anak-anak bermain handphone (HP).
Di sisi lain, Ketua RT 03 Rahmad Hartono mengharapkan agar dapat melanjutkan sambungan perbaikan ruas jalan yang rusak yang sebelumnya telah dibantu oleh H Agung Nugroho SE MM melalui aspirasi saat menjadi Anggota DPRD. ''Ada sekitar 250 meter hingga 300 meter lebih lagi Pak Dewan Sumardany untuk wilayah di RT 03 ini. Lalu, juga drainase lebih kurang sekitar 200 meter. Karena parit telah runtuh, kalau hujan lebat air nya naik ke jalan, pak dewan,'' ucap Ketua RT 03.
Tidak hanya itu, warga lainnya yang juga Pengurus Mushola Al-Ikhsan, Syafriadin mendorong Sumardany agar mensupport kebutuhan operasional dan rencana perluasan mushola. Kemudian, di momen tersebut ada juga warga menyarankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihapuskan atau dihentikan saja. Karena baginya, dengan adanya MBG harga sembako menjadi naik cukup tinggi, dan pelaksanaan pun tidak tepat sasaran.
''Kami usulkan bagusnya dihapuskan saja, pak dewan. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk kepentingan masyarakat lebih banyak lagi, seperti infrastruktur jalan, pendidikan dan lain-lainnya,'' celetupnya.
Secara umum aspirasi yang disampaikan oleh warga pun dijawabnya dengan lugas dan akan diperjuangkan. ''Kami siap memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan oleh ibuk dan bapak warga Perumahan Kartama Raya. Tadi kami dah dengar langsung dan ini dicatat untuk diperjuangkan,'' ungkap Sumardany.
Untuk masalah warga lansia, ungkapnya, bahwa pemerintah telah ada namanya program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) Lansia. Program ini dirancang agar kelompok lanjut usia tetap memiliki peran sosial, mendapat perlindungan, serta tidak terisolasi dari lingkungan masyarakat.
''Baik warga lansia maupun ibuk-ibuk yang memang berniat untuk membantu ekonomi keluarga, kami sarankan terlebih dahulu bentuk dulu komunitas. Nanti saya akan mengarahkan pemerintah yang membidangnya untuk datang langsung memberikan pelatihan dan pemberdayaan, nanti silakan hubungi saya,'' ungkap Sumardany lagi.
Sementara untuk masalah anak disabilitas, pemerintah telah memberikan peluang dan bahkan ada larangan keras melakukan diskriminasi. Baik itu mendapatkan pendidikan maupun di dunia pekerjaan. ''Kalau masalah disabilitas, kami siap membantu memperjuangkan hak nya, ya buk,'' ucapnya.
Untuk mushola, ia siap membantu dan silakan nanti berkoordinasi kembali. ''Karena tadi ada ibuk yang menyarankan mendirikan Rumah Tahfidz gratis, kami sarankan agar tempat pelaksanaan pengajarannya di mushola saja. Semoga dengan berkoordinasi sama-sama, kita mendapatkan solusinya,'' ucapnya lagi.
Sedangkan untuk jalan rusak dan drainase, dijawab Sumardany akan diperjuangkan agar terealisasikan. ''Karena sekarang belum ada pembahasan pak RT, tapi kami harap pak RT siapkan dokumen pendukung dulu dan kasihkan ke kami. Insyallah masalah ini, akan kami perjuangkan hingga terealisasikan,'' kata Sumardany.
Untuk masalah MBG, Sumardany menjawab program MBG sebenarnya sangat bagus. Meski demikian, ia pastikan dirinya tidak memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan
unit dapur operasional MBG.
''Kalau ada tidak tepat sasaran, mungkin ada benarnya. Makanya, kami salah satu bagian dari fungsi pengawasan akan melakukan pemantauan dan evaluasi. Kalau dari evaluasi sangat tidak tepat, kami akan menyarankan untuk menutupi SPPG tersebut. Sebab, dari hasil evaluasi kami, ada daerah sangat membutuhkan dan ada juga sebaliknya,'' pungkas Sumardany. ***
