- Beranda
- Pendidikan
- Wawako Buka Giat Perdana Goes to School Pencegahan HIV AIDS dan IMS di SMPN 42 Pekanbaru
Wawako Buka Giat Perdana Goes to School Pencegahan HIV AIDS dan IMS di SMPN 42 Pekanbaru
- Jumat, 17 Juli 2026 - 11:54 WIB
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menggelar kegiatan perdana Goes to School penyuluhan pencegahan HIV AIDS kepada pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 42 Kota Pekanbaru, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar dan majelis guru itu langsung dibuka oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar. Hadir dalam prosesi tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, narasumber drg Helda Surya Munir dan dr Dedy Khairul Ray, Sekretaris KPA Pekanbaru, Ferlan Niko, Bendahara KPA Pekanbaru, Farid Rahman Dinata, Kabid SMP Disdik, Desi, serta para Komisioner KPA Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Markarius menerangkan bahwa hari ini KPA berkolaborasi dengan Dinkes Pekanbaru menggelar goes to school, guna memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi sekaligus penutupan MPLS di SMPN 42 Pekanbaru.
"Alhamdulillah pada penyuluhan tadi kita turut didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Pak Dedy Sambudi, juga ada dokter Ray dan Buk Helda yang memberikan pemahaman kepada murid-murid dan majelis guru ditutup dengan ceramah terkait prilaku-prilaku menyimpang,'' ujar Markarius, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru itu.
Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya membahas tentang HIV/AIDS, tetapi juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi perilaku berisiko yang dapat berdampak buruk bagi masa depan. Ia menekankan pentingnya menjaga pergaulan, menghindari seks bebas, penyalahgunaan lingkungan berisiko, serta berbagai perilaku yang dapat meningkatkan potensi penularan penyakit.
"Kami ingin menggugah kesadaran generasi muda agar memikirkan masa depan mereka dan harapan orang tua. Sebentar lagi mereka akan memasuki dunia perkuliahan dan hidup lebih mandiri. Karena itu, mereka harus memahami sejak dini berbagai risiko yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara menghindarinya," ujar Markarius lagi.
Wawako berharap ke depan edukasi sejak dini terus dilakukan agar anak-anak memahami hal-hal yang menyebabkan resiko penularan terhadap HIV/AIDS. Tentunya dengan menghindari perilaku-perilaku menyimpang, seperti LGBT.
"Kami mengajak kepada seluruh siswa untuk selalu menjaga diri, aurat dan pergaulan bebas. Jika ada di lingkungan sekitar kita, siapa pun yang menyentuh bagian sensitif segera laporkan kepada orang tua, kalau di sekolah laporkan ke majelis guru agar segera mengambil kebijakan jangan sampai dibiarkan,'' imbaunya.
Selanjutnya, kepada seluruh majelis guru apabila ada aduan dari anak-anak perilaku-perilaku menyimpang, agar segera ditindaklanjuti atau direspons dengan cepat dan jangan didiamkan. Dalam hal ini,
pihak KPA turun melakukan pendampingan-pendampingan ke depannya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi menyebutkan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan KPA Pekanbaru melakukan penyuluhan bagi siswa-siswi SMP. Kepada murid-murid sekolah menengah pertama ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Kami sengaja turun ke sekolah-sekolah menyampaikan penyuluhan secara langsung kepada adik-adik memberikan pemahaman pencegahan bahaya perilaku-perilaku menyimpang di lingkungan sekolahnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali mereka dengan pemahaman tentang ketahanan diri dalam menghadapi berbagai risiko penyakit menular, termasuk HIV/AIDS," kata Dedy Sambudi.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia juga menghadirkan drg Helda Surya Munir dan dr Dedy Khairul Ray. Para peserta diberikan penjelasan mengenai HIV/AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, hingga sesi dialog interaktif untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari kalangan pelajar.
Kepala Sekolah SMPN 42 Pekanbaru, Misrawati mengaku sangat bersyukur sekali karena sekolahnya diadakan penyuluhan. ''Alhamdulillah pada hari ini dari Dinkes dan KPA Pekanbaru memberikan pembelajaran bahaya HIV AIDS kepada murid-murid kami, tentu kami sangat senang sekali,'' ucap Misrawati.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Wawako Pekanbaru serta Sekretaris Dinas Kesehatan yang telah memberikan penyuluhan kepada murid-murid sebanyak 975 orang dan jika termasuk majelis guru hampir seribu.
''Kami berharap juga kepada pihak dinas kesehatan dan KPA Pekanbaru hendaknya kegiatan ini terus berlanjut, agar kami juga terbantu dalam memberikan pemahaman kepada murid-murid terkait perilaku-perilaku yang menyimpang di lingkungan sekolah,'' pungkasnya. ***
