Tumbuh Berkembang Menjadi Bank Besar, BJB Terpercaya di Indonesia



KLIKMX.COM, BANDUNG -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (Jabar) dan Banten Tbk (BJB) terus mengukuhkan penerapan human capital dan keamanan keuangan perbankan, untuk menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia. Atas hal itu, BJB menjadi tolak ukur perseroan yang bisa tetap tumbuh dan berkembang menjadi bank besar nasional.

Untuk menjadi bank besar, kepercayaan (trust) merupakan salah satu komponen penting dalam menjalankan sebuah bisnis, tak terkecuali di bidang jasa keuangan (perbankan). Kepercayaan nasabah bahkan menjadi modal vital perbankan bisa terus tumbuh dan berkembang sehingga memberi dampak terhadap naiknya pendapatan usaha.

Atas hal itulah, BJB bisa menjadi bank besar di Indonesia. Perseroan membuat strategi human capital untuk menjaga kualitas secara internal serta membuat sistem perlindungan bagi nasabah. Tak heran, sampai saat ini BJB telah mendapat banyak penghargaan atas upaya tersebut.

Freego Oktober

Pada pengembangan strategi human capital, BJB mengembangkan budaya perusahaan melalui tagline Spirit. Sebuah kapanjangan dari kata Service Excellence, Professionalism, Integrity, Respect, Innovation dan Trust. Setiap kata itu, memiliki pointer yang mencerminkan komitmen dalam mengembangkan perusahaan.

Service Excellence adalah budaya perusahaan untuk fokus pada nasabah serta proaktif dan cepat tanggap dalam memberikan layanan bernilai tambah. Kemudian Professionalism adalah komitmen bekerja efektif, efisien dan bertanggung jawab serta meningkatkan kompetensi untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Integrity adalah sikap jujur, disiplin dan konsisten serta memahami dan melaksanakan ketentuan yang berlaku. Selanjutnya Respect, adalah budaya perusahaan yang menghormati dan menghargai serta terbuka terhadap perbedaan. Memberi dan menerima pendapat yang positif dan konstruktif.

Sedangkan innovation adalah budaya kreatif dan inovatif untuk memberikan solusi terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan. Terakhir Trust, sebuah perilaku positif dan dapat dipercaya serta membangun sinergi untuk mencapai tujuan perusahaan.

Untuk mendukung strategi bisnis tahun 2021 ini, BJB juga melakukan pembenahan internal dengan upaya peningkatan kualitas dan integritas human capital perseroan. Peningkatan human capital itu dilakukan dengan mengusung program BJB Integrity yang merupakan implementasi budaya perusahaan.

Program ini digaungkan untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja individu dengan menekankan aspek integritas terhadap organisasinya. Dalam pelaksanaannya, program ini menitikberatkan kejujuran, disiplin, konsisten, efisien dalam bekerja, mengikuti prosedur secara jelas, tepat dan cepat.

Selain itu, dengan terbangunnya integritas yang tinggi di kalangan pegawai BJB, akan dapat mendorong produktivitas kerja yang jauh lebih baik. Dengan program diantaranya, No Error, No Leak dan No Fraud.

"Program BJB Integrity dipilih menjadi tema budaya pada tahun 2021 sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari hasil evaluasi dan pengukuran kesehatan budaya perusahaan yang telah dilakukan sebelumnya. Kami berkomitmen untuk senantiasa memperbaiki kualitas human capital perusahaan. Karena human capital merupakan ujung tombak utama yang diandalkan BJB dalam menunjang keberhasilan perusahaan," kata Direktur Utama (Dirut) BJB, Yuddy Renaldi dalam rilisnya, Senin (20/9/2021).

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), dijelaskan Yuddy, BJB juga memiliki komitmen melakukan peningkatan kompetensi internal. Komitmen ini ditunjukan dengan hadirnya BJB University, dengan tujuan menciptakan calon pemimpin-pemimpin BJB yang kompeten dan berintegritas tinggi serta mengembangkan program pelatihan dan pendidikan untuk para pegawai.

Sementara pada strategi human capital performance management system, BJB menggunakan Balance Scorecard (BSC). Strategi ini melakukan tahapan perencanaan kerja, monitoring kinerja, hingga penilaian dan evaluasi kerja. Sehingga semua tindakan yang diajukan insan bjb dapat terukur dan berorientasi hasil.

Tak hanya itu, sebagai perusahaan pelat merah, BJB selalu mematuhi berbagai aturan kelembagaan guna mencegah potensi tindakan korupsi. BJB selalu mengimplementasikan prinsip antikorupsi dalam setiap praktik usahanya sebab korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan.

"Dalam praktiknya, BJB mewujudkan prinsip antikorupsi tersebut melalui program pencegahan dan pengawasan uang. Salah satunya tercermin melalui kehadiran Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). Ikhtiar struktural tersebut juga dibarengi dengan upaya kultural. Dimana perseroan selalu membekali setiap insan BJB dengan mentalitas antikorupsi dan kewaspadaan terhadap potensi fraud," jelasnya.

Pencegahan potensi fraud, diungkapkan Yuddy, juga dilakukan seiring komitmen BJB dalam mengembangkan digitalisasi. Bagi perseroan, transaksi digital harus dibarengi dengan cyber security yang mumpuni untuk menjamin keamanan masyarakat selama bertransaksi. Saat ini pihak internal BJB telah mengembangkan fraud management system.

"Ini adalah salah satu langkah untuk memitigasi risiko yang ada seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi perbankan," ungkap Yuddy. 

Atas komitmennya itu, BJB meraih beberapa penghargaan. Salah satunya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penghargaan itu diberikan atas Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) dan perluasan LHKPN pada tahun 2011. BJB juga berhasil masuk sebagai finalis 5 besar UPG terbaik pada kategori BUMN/ BUMD bersama empat peserta lainnya dalam ajang penghargaan KPK ini. (rls)

Baca Juga