Mahasiswa Unilak Unjuk Rasa, Tuntut Transparansi Dana Proyek Rp10 Miliar 

  • Kamis, 07 Mei 2026 - 20:01 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Sejumlah mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) melakukan aksi demonstrasi. Massa dari mahasiswa menuntut tranparansi dan pengelolaan anggaran dari pihak kampus.

Kondisi memanas, menyusul belum hadirnya sang Rektor, Junaidi, di tengah tuntutan massa. Kabar yang beredar mengenai keberadaan Rektor di luar negeri turut memicu kekecewaan mahasiswa. 

Honda Februari 2026

Mereka menilai, di tengah situasi krusial, kehadiran pimpinan kampus sangat dibutuhkan untuk memberikan penjelasan langsung.


"Kami di sini menunggu kepastian, terutama terkait keselamatan fasilitas kampus. Namun hingga kini belum ada penjelasan langsung dari pimpinan. Kami berharap Rektor dapat hadir dan memberikan klarifikasi secara terbuka,” ujar Munawar Harahap, Jenderal Lapangan aksi dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari minimnya keterbukaan penggunaan anggaran hingga isu keselamatan infrastruktur kampus. Salah satu yang kembali mencuat adalah proyek turap yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan.

Sorotan semakin tajam setelah adanya rencana pembangunan gedung serbaguna bernilai sekitar Rp10 miliar. Mahasiswa mendesak agar dilakukan evaluasi dan audit menyeluruh guna memastikan proyek berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.


Di sisi lain, kebijakan kenaikan biaya pendidikan juga menjadi perhatian. Mahasiswa menilai kebijakan tersebut belum diiringi dengan peningkatan fasilitas dan transparansi yang memadai.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang telah berlangsung sejak 28 April 2026. Hingga kini, mahasiswa menilai respons dari pihak kampus belum menyentuh substansi tuntutan.

Dalam upaya meredakan situasi, pihak kampus mengutus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr Hardi, untuk menemui massa aksi. Namun, sebagian mahasiswa menilai pertemuan tersebut belum menghasilkan solusi konkret, melainkan masih sebatas penjelasan normatif.

Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu ini secara berkelanjutan hingga terdapat kejelasan, transparansi, serta langkah konkret dari pihak kampus.

Terpisah, Ketua Yayasan Prof Irwan Effendi saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang disampaikan ke WhatsApp pribadinya, Kamis (7/5/2026) belum dijawab.

Irwan juga tidak mengangkat panggilan telepon WhatsApp saat upaya konfirmasi dilakukan berulang kali.

Rektor Unilak, Junaidi saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp nya juga tidak mengangkat panggilan. Sementara pesan konfirmasi yang disampaikan terkait tuntutan pendemo juga tidak dibalas. ***



Baca Juga

--ads--