Menhut dan Kapolda Riau Turun ke Sumbar, Fokus Pembukaan Akses - Penanganan Psikologis Korban

  • Minggu, 30 November 2025 - 15:00 WIB

KLIKMX.COM, AGAM - Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI) Raja Juli Antoni MA PhD dan Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum, turun langsung ke titik-titik terdampak di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Ahad (30/11/2025).

Kehadirannya meninjau kondisi lapangan sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi. Kedatangan kedua pimpinan pejabat negara itu menandai eskalasi percepatan penanganan bencana. 

Honda Februari 2026

Menhut RI Raja Juli Antoni mengatakan fokus utama saat ini adalah membuka akses wilayah terisolasi dan memperkuat layanan bagi penyintas. “Kami bersama tim gabungan mengevakuasi dua jenazah yang ditemukan di Salareh Aia. Saat ini masih banyak laporan warga kehilangan anggota keluarga,” ujar Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi bencana banjir bandang dan longsor, Ahad (30/11/2025).


Raja Juli menyampaikan, longsor yang menutup jalan di beberapa titik membuat sejumlah nagari masih sulit dijangkau. Alat berat telah diarahkan menuju lokasi-lokasi kritis, guna membuka jalur dan memastikan logistik dapat didistribusikan tanpa hambatan. 

''Bantuan mengalir, namun akses harus dipastikan terbuka,” tegasnya.

Selain penanganan fisik, pemerintah juga menyiapkan intervensi psikologis. Setelah tahap evakuasi selesai, tim psikolog dari berbagai instansi akan dikerahkan untuk memberikan layanan trauma healing kepada para penyintas, terutama anak-anak. 


“Ada keluarga yang kehilangan adik, anak, hingga keponakan. Pemulihan mental menjadi kebutuhan mendesak,” ungkap Menhut asal Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau itu.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memastikan dukungan penuh dari jajaran Polda Riau, yang sejak dua hari lalu sudah diperintahkan membantu provinsi tetangga. 

“Kami menerima instruksi Kapolri untuk backup tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumut, dan Sumbar. Karena Riau berbatasan langsung dengan Sumbar, kami bergerak cepat,” kata Irjen Herry.

Polda Riau telah mengerahkan 290 personel Brimob dan Samapta serta Polairud yang memiliki keterampilan SAR dan penanganan kedaruratan. Dua ekskavator dan lima truk logistik berisi kebutuhan pokok, perlengkapan medis, perlengkapan bayi, hingga selimut juga telah dikirimkan. 

Tak hanya itu, sebanyak 34 psikolog dari Biro SDM dan asosiasi psikolog Polda Riau ikut disiapkan untuk memperkuat dukungan pemulihan penanganan mental psikologis bagi para pengungsi atau korban.

“Kami hadir untuk menguatkan. Karena ini duka bersama. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tidak merasa sendirian,” pungkas Kapolda peduli lingkungan jebolan Alumni Akpol 1996 itu.

Hingga Ahad sore, kondisi di Palembayan masih memprihatinkan. Sejumlah jembatan rusak, listrik belum sepenuhnya pulih, dan warga masih berkumpul di posko-posko pengungsian. Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan bekerja tanpa henti meski cuaca kerap hujan, guna mempercepat pencarian korban serta mengantisipasi longsor susulan.

Percepatan pembukaan akses dan penguatan penanganan layanan psikologis, kini menjadi dua prioritas utama pemerintah dalam mengurangi dampak berkelanjutan dari bencana besar yang melanda Agam tersebut. ***



Baca Juga